BoltimDaerah

Distan Boltim Lakukan Pengecekan Pupuk Bersubsidi pada Kios dan Pengecer

157
×

Distan Boltim Lakukan Pengecekan Pupuk Bersubsidi pada Kios dan Pengecer

Sebarkan artikel ini

PILARAKTUAL.COM, BOLTIM – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), melakukan pengecekan pupuk bersubsidi pada sejumlah kios dan pengecer guna menunjang ketahan pangan, di tahun 2022

Kepala Distan Boltim, Matt Sunardi S.PKP mengatakan, setelah mensosialisasikan Permentan 10 Tahun 2022, tentang tata cara penetapan alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi, maka perlu dilakukan pengecekan pupuk bersubsidi guna meningkatkan produktivitas dan asupan pupuk organik agar terpenuhi bagi para petani.

ā€œPupuk sangat vital untuk meningkatan produktivitas tanaman sementara ketergantungan akan pupuk kimia sulit dihindari mengingat tanah di Indonesia termasuk Boltim sering menerima asupan pupuk kimia ketimbang penggunaan pupuk organik,ā€ ujar Mat, pada Selasa (01/11/2022)

Baca Juga :  RIPPM KUD Nomontang 2027 Dibahas, Pemkab Boltim Dorong Program Pemberdayaan Tepat Sasaran

Lanjutnya, pada kesempatan ini pihaknya juga melakukan edukasi kepada para pengecer dan petani agar secara bertahap menggunakan pupuk organik.

ā€œPupuk yang dijual di kios dan pengecer adalah pupuk kimia bersubsidi, namun akhir-akhir ini subsidi makin membebani anggaran pemerintah sehingga mulai dikurangi serta melakukan langkah antisipasi berupa penggunaan pupuk organik,ā€ ujarnya.

Dikatakannya, untuk menerima pupuk subsidi tersebut, para petani harus tergabung dalam kelompok tani, sehingga diharapkan bagi petani yang belum terdaftar untuk sesegera mungkin bergabung dalam kelompok.

ā€œUntuk para petani yang namanya belum ada dalam daftar, solusinya tahun ini harus bergabung dalam kelompok tani dengan memasukan NIK ke sistem penerima pupuk bersubsidi,ā€

Baca Juga :  Bupati Oskar Manoppo Resmi Buka Asesmen PRO ASN 2026, BKN: Profiling Penting untuk Meritokrasi Manajemen Talenta

Ditambahkannya, saat ini lahan tanaman yang disubsidi pupuk tinggal pada 9 komoditi dari 60 tanaman sebelumnya.

ā€œYakni padi, jagung, kedelaiĀ  cabe, bawang merah, bawang putih, kopi, dan tebu. Di luar 9 komoditi iniĀ  menggunakan pupuk non subsidi,ā€ pungkasnya. (Billy)

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow