LABUHA, PilarAktual.com – Komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara dalam program prioritas penataan kawasan Ibukota Labuha dan pembangunan penataan infrastruktur Smart City mulai nampak.
Buktinya, sejumlah program prioritas yakni pekerjaan zero point, papaloang park dan UMKM milenial (Warung anak muda) hingga saat ini sudah mulai rampung.
Hal itu disampaikan langsung manager pelaksana pembangunan fisik smart city, Supratman Mumang saat diwawancarai sejumlah wartawan dilokasi pekerjaan pada Jum’at, (4/11/2022) mengatakan, pekerjaan zero point dan papaloang park sudah capai 90 persen sedangkan pekerjaan UMKM milenial baru sekitar 70 persen.
“Progres pekerjaan infrastruktur zero Point, papaloang park sudah 90 persen, kami kejar target rampung awal bulan Desember 2022, sedangkan pekerjaan UMKM milenial meski baru 70 persen ditargetkan rampung akhir November,”Ungkapnya.
Lanjut Menager akrab disapa Oman menjelaskan target pekerjaan papaloang park dan zero poin dan UMKM milenial berdasarkan kontrak kerja itu rampung pada tanggal 15 Desember 2022.
“Ketiga paket pekerjaan yang digaungkan Bupati Usman Sidik dan Bassam Kasuba itu sudah hampir selesai tinggal finishing, insya Allah sebelum akhir Desember pekerjaan sudah rampung dikerjakan,”Tuturnya.
Menurut Oman, lapak UMKM milenial juga didukung akses waiffi dan sistem belanja diberlakukan secara online bahkan ada juga disediakan panggung sebagai pusat kegiatan.
Terpisah PPPTK UMKM Milenial, Hasan Abdulah ST, saat ditemui Jum’at, (4/11/202) sore tadi mengatakan, sebanyak 14 lapak yang disediakan itu difasilitasi Pemerintah Daerah untuk dijadikan tempat usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Halsel.
Kata Hasan, UMKM milenial juga tersedia sala satu pangung outdoor sebagai tempat live music.
Kemudian terkait progres pekerjaan infrastruktur UMKM milenial, Sambung Hasan, Progresnya sudah mencapai 70 persen, papaloang park, zero point sudah 90 persen dua minggu lagi sudah selesai, tinggal finishing dan pemasangan lampu.
“Jadi, fungsi papaloang park dan zero point itu sebagai ruang terbuka hijau (RTH) sedangkan UMKM milenial dijadikan sebagai pusat perputaran uang (Pertumbuhan ekonomi) yang difasilitasi Pemerintah Daerah,” Jelas Hasan.
Lebih lanjut Hasan, Disperkim Halsel hanya mengerjakan infrastruktur fisik selanjutnya Disperindag sebagai pengelolah dan Diskominfo akan menyediakan perangkat Waiffi dan aplikasi pendukung lainya yakni, infrastruktur smart city. (Red)
















