MALUT, PilarAktual.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, lagi menerima penghargaan terbaik ke I Se Provinsi Maluku Utara oleh Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) dalam penilaian kinerja, atas percepatan penurunan stunting melalui 8 aksi konvergensi.
Penyerahan penghargaan terbaik ke I diberikan oleh, Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Dr. Teguh Setyabudi, M.Pd diterima oleh wakil Gubernur Maluku Utara, Ir. M Yasin Ali didampingi oleh Bupati Halsel H. Usman Sidik dan Wakil Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba, juga sebagai ketua Umum TPPS Halmahera Selatan, itu berlangsung Ballroom Prime Plaza Hotel and Suites Sanur Bali, pada, Selasa 30 Agustus kemarin.
Penerimaan penghargaan ini lewat program Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Bina Pembangunan Daerah untuk menyelenggarakan workshop penguatan perencanaan dan penganggaran melalui 8 aksi konvergensi.
Workshop dibuka oleh Dirjen Bina Pembangunan Daerah dan dihadiri Pejabat Kementerian/Lembaga terkait beserta Kepala Daerah dan unsur pimpinan OPD terkait dari 17 Provinsi yakni Bali, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Banten.
Dikesempatan itu, Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Dr. Teguh Setyabudi, M.Pd menyampaikan, Program prevalensi stunting harus turun sebesar 3,4% pertahunnya agar dapat tercapai target 14% di Tahun 2024 melalui intervensi spesifik dan sensitif khususnya di 12 provinsi prioritas sesuai dengan Arahan Bapak Presiden pada Ratas Percepatan Penurunan Stunting tanggal 11 Januari 2022.
Menurutnya, Keberhasilan Pemerintah Daerah dalam melakukan intervensi spesifik dan intervensi sensitif tidak terlepas dari dukungan alokasi anggaran yang memadai sebagaimana pada hasil pemantauan Rekap APBD Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2019-2021 yang mendukung stunting berdasarkan data bahwa secara nasional besaran anggaran dalam mendukung percepatan penurunan Stunting sebesar Rp. 121,8 miliar.
Olehnya itu Kata Teguh, Indonesia ada sebanyak 3 Pemerintah Provinsi dengan alokasi anggaran penanganan Stunting tertinggi yaitu Provinsi Jawa Barat sebesar Rp. 293,8 miliar, Nusa Tenggara Timur sebesar Rp. 241,1 miliar dan Nusa Tenggara Barat sebesar Rp. 174,9 miliar. Sedangkan provinsi dengan alokasi anggaran penanganan Stunting yang rendah, yaitu Provinsi Bengkulu sebesar Rp. 3,62 miliar, DKI Jakarta sebesar Rp. 6,15 miliar, dan D.I.Yogyakarta sebesar Rp. 6,99 miliar.
“Kami sangat mengapresiasi pemerintah daerah yang serius mengatasi persoalan Stunting di wilayahnya, tanpa dukungan Pemerintah Daerah maka target penurunan Stunting sebagai program nasional tidak akan berjalan maksimal. Bagi Pemerintah daerah yang belum optimal mengalokasikan anggaran untuk penanganan Stunting maka pemerintah daerah wajib mengalokasikan anggaran dan menjadikannya sebagai program prioritas,” Ungkap Dirjen Bina Pembangunan itu.
Ditegaskan Teguh, Kami pemerintan pusat menekankan kepada pemerintah daerah dapat memperkuat dan meningkatkan komitmen percepatan penurunan stunting dalam, sinkronisasi dan harmonisasi kebijakan,
“Konvergensi perencanaan dan penganggaran, kampanye bersama kepala daerah dalam meningkatkan pemahaman dan mendorong perilaku yang positif, serta melibatkan peran TP-PKK,” Tandas Teguh.
Sementara Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik melalui kepala Dinas DP3AKB Halsel, Karima Nasarudin saat dikonfirmasi , Kamis, (01/09/2022) mengatakan, kali ini Pemda dibawah kepemimpinan Bupati Usman Sidik dan wakil Hasan Ali Basam Kasuba kembali menerima penghargaan oleh pemerintah pusat atas penilaian kinerja, percepatan penurunan stunting 8 aksi konvergensi.
“Pemda Halsel kembali berhasil meraih penghargaan terbaik ke I se Provinsi Malut atas capaian penilaian kinerja, percepatan penurunan stunting 8 aksi konvergensi. Penghargaan ini diterima langsung oleh Bupati Usman Sidik dan wakil Bupati Hasan Ali Basam Kasuba di Bali yang diserahkan oleh Direktur Jenderal Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri,” jelasnya
Capaian ini lanjutnya, tentu tidak terlepas dari kerja keras dan kerja sama yang baik oleh OPD dilingkup Pemda Halsel, sehingga kedepannya kerja keras ini harus lebih ditingkatkan lagi.
“Pak Bupati juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran Pemda dan masyarakat yang telah bekerjasama dalam penurunan stunting di Halsel,”Pungkasnya. (Red)
















