Berita UtamaBolaang Mongondow RayaBoltim

Bupati Boltim Jadi Narasumber Bahas Peluang dan Tantangan Indonesia Sebagai Ketua Asean 2023

245
×

Bupati Boltim Jadi Narasumber Bahas Peluang dan Tantangan Indonesia Sebagai Ketua Asean 2023

Sebarkan artikel ini

PILARAKTUAL.COM, BOLTIM – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) untuk pertama kali mengelar seminar yang membahas Prospek Keketuaan Indonesia di ASEAN Tahun 2023 bagi Pengembangan dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah, serta Kemampuan dan Kebutuhan Daerah Perbatasan Sulawesi Utara (Sulut) dalam Menghadapinya, yang melibatkan kepala daerah sebagai Narasumber.

Hal ini tentu menjadi menarik ketika pihak penyelenggara mengundang Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto S.sos M.si sebagai salah satu Narasumber dan membahas isu-isu internasional serta peluang dan tantangan Indonesia saat menjadi Ketua Negara-negara Asean.

Dalam seminar itu, juga mengundang narasumber lain seperti Dino Pati Djalal (Directur of Foregin Policy Community of Indonesia), Edy Prasetyo (Direktur Eksekutif ASEAN Study Center – Universitas Indonesia, Franky Rengkung, S.IP., MA (Dosen tetap pada Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi.

Dino Pati Djalal sendiri adalah Wakil Menteri, kemudian menjabat sebagai Duta Besar Indonesia berkuasa penuh di Amerika dan juga menjadi juru bicara presiden di masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca Juga :  Brantas Abipraya Klarifikasi Isu Proyek RSUD Boltim, Tegaskan Akses Mobilisasi Lewat Jalan Internal

Ada beberapa hal menarik yang mengemuka dalam pelaksaan kegiatan tersebut, dimana Sachrul dengan lugas mengupas tentang peluang dan tantangan Indonesia saat menjadi ketua ASEAN.

Menurut mantan Ketua DPRD Boltim itu, bahwa Indonesia menjadi ketua Asean saat dunia sedang mengalami ketidak stabilan, salah satu contoh perang antara Rusia dan Ukranina yang secara langsuang berpengaruh terhadap ekonomi dunia, ketegangan di Tiongkok, serta kudeta militer di Myanmar. Ditambah lagi dengan persoalan maha berat ditahun 2023 sampai 2024, Indonesia akan mengelar pemilihan secara serentak.

“Ini menjadi pekerjaan yang berat bagi Negara Indonesia, tapi Indonesia tetap harus mampu menunjukan kemampuannya sebagai negara yang mampu memfasilitasi semua negara negara anggota Asean serta Indonesia menunjukan sikap netral dan tidak boleh terlibat blok tertentu di negara negara Asean” ucap Sachrul.

Baca Juga :  Hibah Lahan Warga dan Kerja Nyata TNI, Sumur Bor TMMD Dibangun di Aek Batu

Dari sisi peluang ekonomi Sachrul mengunkapkan, bahwa tahun 2017 lalu Presiden Jokowi telah melakukan pertemuan untuk membahas eksport import ekonomi antara negara Philipina dan Indonesia dengan cara Rool on Roll of, General Santos/Davao menuju Bitung yang juga adalah gerbang pasifik, dan masuk ALKI (Arus Laut kepulawan Indonesia 3). Tapi pembicaraan itu terhambat karna adanya birokrasi yang berbelit belit, hingga pembicaraan itu gagal.

Menurut Sahrul, hal ini yang harus diperbaiki lagi soal aturan dan regulasi serta birokrasi. Tak hanya itu, Sachrul juga menyingung soal persaingan bahan kualitas eksport yang belum bisa bersaing secara internasional dan ini jelas menjadi kendala bagi Indonesia.

Sementara itu, Ketua pusat studi ASEAN DR. Michael Mamentu mengungkapkan, bahwa Bupati Boltim di undang menjadi Narasumber, artinya bahwa yang bersangkutan sangat paham dengan isu-isu internasional, terutama peta negara-negara Asean serta peluang dan tantangan. Michael mengaku bangga bahwa salah satu muridnya memiliki wawasan yang luas.

Baca Juga :  Satgas TMMD ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu Perindah Fasilitas MCK Gereja GKPI Cikampak

“Ini adalah ajang untuk menguji intelektual para narasumber terutama Bupati Boltim, karena yang menjadi peserta dan penanya adalah rata rata para dosen yang bergelar doktor, tapi beliau mampu menjelaskan dengan cara yang sangat memuaskan,” puji Michael dengan bangga, sembari mengunkapkan bahwa tidak semua kepala daerah memiliki kemampuan dalam membahas isu-isu internasional.

Senada, DR. Femmy Tulusan juga mengungkapkan kekagumannya terhadap mantan muridnya di pasca sarjana .

“Tentu dengan hadirnya Bupati ini merupakan kebangaan kami dosen-dosen di Unsrat, sebab beliau adalah mahasiswa kami,” tandasnya. (Billy)

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow