Boltim, PilarAktual.com – Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Argo V. Sumaiku, meresmikan Gereja Katolik Stasi Santo Paulus Modayag yang berada di bawah naungan Paroki Santo Fransiskus Xaverius Guaan.
Acara peresmian yang berlangsung penuh khidmat itu menjadi simbol penguatan iman sekaligus mempererat tali persaudaraan lintas umat beragama di wilayah tersebut.
Peresmian gereja yang digelar pada akhir pekan itu dihadiri ratusan umat Katolik dari berbagai wilayah, serta tokoh-tokoh agama dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Argo menekankan pentingnya keberadaan rumah ibadah sebagai pusat pembinaan rohani dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan.
“Rumah ibadah bukan hanya tempat suci, tetapi juga tempat menyemai kasih, persaudaraan, dan kerja sama dalam membangun masyarakat,” ujar Argo, disambut tepuk tangan jemaat.
Gereja Stasi St. Paulus Modayag menjadi salah satu bentuk pertumbuhan komunitas Katolik yang terus berkembang di wilayah Boltim.
Dibangun dengan semangat gotong royong, gereja ini menjadi simbol nyata persatuan dan dedikasi umat dalam menjaga warisan iman.
Pastor Paroki Santo Fransiskus Xaverius Guaan, dalam pesannya, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah yang turut memperhatikan kebutuhan rohani masyarakat.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan umat beragama akan memperkuat pondasi sosial di tengah keberagaman.
“Gereja ini hadir bukan hanya untuk umat Katolik, tetapi menjadi bagian dari harmoni kehidupan bersama di Modayag,” katanya.
Peresmian ini juga dirangkaikan dengan misa pemberkatan oleh para rohaniwan, serta penandatanganan prasasti oleh Wakil Bupati Argo Sumaiku sebagai simbol dimulainya babak baru pelayanan gerejawi di Stasi Modayag.
Sejumlah warga yang hadir menyampaikan rasa haru dan bangga atas kehadiran gereja tersebut.
Mereka berharap Gereja St. Paulus bisa menjadi tempat pembinaan iman yang kuat, sekaligus ruang dialog antarumat beragama di Boltim.
Dengan peresmian ini, Gereja Stasi St. Paulus Modayag resmi beroperasi dan menjadi bagian aktif dari Paroki Santo Fransiskus Xaverius Guaan.
Langkah ini dinilai memperkuat peran umat Katolik dalam pembangunan spiritual dan sosial di daerah.
Pemerintah Kabupaten Boltim juga berkomitmen menjaga kerukunan dan mendukung pembangunan sarana keagamaan di seluruh wilayah, sebagai bentuk penghargaan atas keberagaman dan persatuan yang menjadi kekayaan bangsa.
















