Batu Bara, PilarAktual.com – Dalam upaya memperkuat perekonomian lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Wakil Bupati Batu Bara, Syafrizal, SE, M.AP, meresmikan Koperasi Podusen Mitra Berkah Bahagia yang berada di Desa Pematang Rambai, Kecamatan Nibung Hangus, Selasa (15/04/2025).
Peresmian koperasi ini ditandai dengan pengguntingan pita sekretariat koperasi yang menjadi simbol dimulainya operasional lembaga ekonomi berbasis masyarakat tersebut.
Koperasi Produsen Mitra Berkah Bahagia beranggotakan 30 orang, dengan struktur kepengurusan terdiri dari Ahmad Supri sebagai ketua, Suheri sebagai sekretaris, dan Solehuddin sebagai bendahara.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Syafrizal menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif warga yang telah membentuk koperasi sebagai wadah ekonomi bersama.
Ia berharap koperasi ini mampu menjadi motor penggerak kemajuan ekonomi masyarakat, khususnya para petani yang menjadi mayoritas anggota koperasi.
“Koperasi adalah langkah strategis untuk memberdayakan masyarakat desa, memperkuat ekonomi lokal, serta menjadi implementasi nyata prinsip-prinsip ekonomi gotong royong,” ujar Syafrizal.
Ia menambahkan bahwa peran koperasi sangat sejalan dengan program prioritas nasional, khususnya Asta Cita yang diusung Presiden Prabowo Subianto.
Ia merujuk pada Asta Cita kedua, yaitu mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan berkelanjutan, serta Asta Cita ketiga yang menekankan pengembangan industri agromaritim melalui peran aktif koperasi.
Koperasi Produsen Mitra Berkah Bahagia sendiri dibentuk dengan fokus pada penguatan ekonomi masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani.
Komoditas unggulan yang menjadi fokus koperasi antara lain kelapa, sawit, dan pisang.
Selain sebagai wadah simpan pinjam dan distribusi hasil tani, koperasi juga diharapkan menjadi pusat pengembangan produk turunan dari komoditas tersebut.
Wabup Syafrizal juga mengimbau para pengurus dan pengawas koperasi untuk menjalankan manajemen yang transparan dan akuntabel demi menjaga kepercayaan anggota.
Menurutnya, transparansi adalah fondasi utama keberhasilan koperasi yang berkelanjutan.
Menutup sambutannya, Syafrizal memberikan masukan agar koperasi tidak hanya menjual komoditas dalam bentuk mentah, namun mulai berinovasi dalam pengolahan limbah pertanian.
Ia menyarankan agar pengurus koperasi belajar mengolah limbah seperti serabut kelapa menjadi cocopeat atau sikat, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi produk lokal.
Langkah ini diyakini dapat membuka peluang usaha baru, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan petani.
Dengan keberadaan koperasi, diharapkan masyarakat Desa Pematang Rambai dan sekitarnya bisa lebih mandiri secara ekonomi dan tidak bergantung pada tengkulak atau sistem ekonomi yang merugikan petani kecil.
















