BoltimKesehatanPemerintahanPeristiwa

Wabup Argo Sumaiku Ikuti Penyerahan Sertifikat Bebas Frambusia untuk Boltim

3414
×

Wabup Argo Sumaiku Ikuti Penyerahan Sertifikat Bebas Frambusia untuk Boltim

Sebarkan artikel ini
wabup-argo-sumaiku-ikuti-penyerahan-sertifikat-bebas-frambusia

Boltim, PilarAktual.comKabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) resmi menyandang status bebas frambusia atau yaws.

Kepastian ini ditandai dengan penyerahan Sertifikat Bebas Frambusia oleh Kementerian Kesehatan RI yang diikuti Wakil Bupati Boltim, Argo V. Sumaiku, melalui zoom meeting pada Rabu (20/8/2025) sore dari Manado.

Frambusia, yang juga dikenal dengan sebutan patek, merupakan penyakit infeksi tropis akibat bakteri Treponema pallidum pertenue.

Penyakit ini ditandai dengan luka dan ruam di kulit. Jika tidak segera diobati, frambusia bisa berisiko menimbulkan kecacatan permanen, terutama pada anak-anak.

“Alhamdulillah, Boltim kini dinyatakan bebas frambusia. Ini adalah buah kerja keras bersama tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat yang peduli pada kesehatan lingkungan,” kata Argo usai kegiatan.

Baca Juga :  Tim Pembina Posyandu Kecamatan se-Boltim Resmi Dilantik, Perkuat Pelayanan Dasar Hingga Desa

Status bebas frambusia ini tak datang tiba-tiba. Pemerintah Kabupaten Boltim bersama jajaran Dinas Kesehatan dan tenaga medis sudah lama melakukan langkah-langkah penanganan, mulai dari pencegahan, pemeriksaan, hingga edukasi masyarakat.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Boltim, dr. Minarni Manoppo, dukungan lintas sektor sangat berpengaruh.

Keterlibatan pemerintah desa, sekolah, dan kader kesehatan membantu mempercepat upaya deteksi dini serta pengobatan pasien.

“Kerja sama ini yang membuat kasus frambusia bisa ditekan sampai nol. Evaluasi dan surveilans dari Kemenkes pun membuktikan Boltim memang bebas frambusia,” ujar Minarni.

Selain Wakil Bupati Argo Sumaiku, kegiatan penyerahan sertifikat ini juga diikuti oleh Penjabat Sekretaris Daerah Boltim, M. Iksan Pangalima, S.Pi., M.A.P, dan sejumlah pejabat Dinas Kesehatan.

Baca Juga :  Pengurus PMI Boltim 2026-2031 Resmi Dilantik, Rosita Manoppo-Pobela Siap Perkuat Misi Kemanusiaan

Mereka bergabung secara virtual bersama daerah lain yang juga mendapat status serupa.

Pihak Kementerian Kesehatan RI menyebut penetapan bebas frambusia diberikan setelah melalui proses panjang, termasuk evaluasi data kesehatan dan pemeriksaan lapangan.

Meski sudah dinyatakan bebas, Pemerintah Kabupaten Boltim menegaskan tidak akan lengah.

Wabup Argo V. Sumaiku menekankan pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat agar penyakit serupa tidak kembali muncul.

“Capaian ini harus dipertahankan. Kami ingin generasi Boltim terbebas dari penyakit berbahaya. Karena itu, edukasi kesehatan dan penguatan layanan akan terus kami jalankan,” tegasnya.

Dengan status baru ini, Boltim masuk dalam daftar daerah di Indonesiahttps://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia yang berhasil menekan kasus frambusia hingga tuntas.

Baca Juga :  RSUD Amurang Gelar Forum Konsultasi Publik 2026, Warga Apresiasi Perubahan Pelayanan Rumah Sakit

Pemerintah daerah berharap capaian ini bisa menjadi langkah awal untuk memberantas penyakit tropis lain yang masih mengancam masyarakat.

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow