PILARAKTUAL.COM, BOLTIM – Tradisi adat Bolaang Mongondow yakni tarian dana-dana diperagakan oleh Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto S.Sos M.Si, usai melaksanakan penanaman Jagung, di perkebunan Lonsiow Motongkad, Jum’at (12)07/2022).
Dengan begitu piawainya orang nomor satu di Boltim itu memperagakan tarian adat Bolaang Mongondow, sehingga berhasil memikat hati Danrem 131 Santiago Brigjen TNI Mukhlis SAP MM untuk rembuk bersama melakukan tarian dana-dana yang juga diikuti oleh semua perangkat daerah, personil TNI dan masyarakat.
Meskipun kerab berhenti dalam memperagakan tarian dana-dana namun justru tidak menyurutkan niat Jendral TNI itu untuk belajar tarian adat Mongondow. Tak hanya Darem Santiago saja, namun tarian yang kembali digalakkan Bupati Sachrul itu turut di ikuti oleh Dandim 1303 Bolmong serta personil TNI lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Danrem mengatakan, bahwa banyak perihal menarik dari daerah Boltim yang selayaknya wajib dilestarikan, diantaranya tarian dana-dana. Meskipun terbilang capek karena kegiatan dimulai ditengah teriknya matahari. Akan tetapi mendapatkan hiburan sekaligus ilmu yakni belajar tarian dana-dana yang secara langsung diajarkan Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto S.Sos M.Si.
“Saya sangat bangga terhadap Bupati dan juga masyarakat Boltim. Karena dengan saya ikut program menaman jagung di Boltim, saya bisa menari tarian dana-dana bersama masyarakat. Nantinya tarian ini akan saya peragakan ketika hadir di daerah lain di Bolaang Mongondow Raya. Pasti semua kepala daerahnya kaget dan akan terpukau dengan saya,” kata Danrem usai memperagakan tarian dana-dana.
Sementara itu, Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto S.Sos M.Si kepada Danrem 131 Santiago Brigjen TNI Mukhlis S.AP MM menjelaskan bahwa tarian dana-dana merupakan tarian adat Bolaang Mongondow yang selalu diperagakan oleh petani apabila masuk masa tanam dan masa panen. Biasanya pada zaman dahulu, lagu pantun atau peragaan dana-dana sering dilakukan oleh masyarakat.
“Sehingga itu, para petani di perkebunan Lonsiow ini sengaja memutar lagu pantun untuk melakukan dana-dana dengan tujuan untuk menghibur pak Danrem dan rombongan. Dana-dana ini adalah kebiasaan masyarakat atau petani Mongondow saat masuk masa tanam dan masa panen. Saya bangga dan bersyukur bisa sama-sama dengan Danrem memperagakan tarian adat dana-dana ini,” pungkas bupati. (Billy)
















