Boltim

Tingkatkan Produksi Pangan, Ini Kata Kepala Dispertanak Boltim

284
×

Tingkatkan Produksi Pangan, Ini Kata Kepala Dispertanak Boltim

Sebarkan artikel ini
Dispertanak Boltim Berlakukan Sistem e-RDKK Petani - PilarAktual.com
Kераlа Dіѕреrtаnаk Bоltіm, Mat Sunаrdі.

Boltim, PilarAktual.comDinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak), Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), akan lebih meningkatkan produksi pangan melalui tanaman pangan seperti jagung, padi ladang, padi sawah dan kedelai serta tanaman hortikultura dari tahun sebelumnya.

Kata Kepala Dispertanak Botim, Mat Sunardi bahwa peningkatan produksi pangan untuk tahun ini akan lebih ditingkatkan lagi seperti tanaman jagun padi serta kedelai, “produksi pangan kita tingkatkan berdasarkan sumber potensi masing-masing wilayah” sebut, Sunardi pada Rabu (12/01/2021).

Dia jelaskan, Tahun 2020 kemarin, penyaluran subsidi pupuk urea dengan NPK sekitar 1540,500 kilogram per kelompok tani dengan jumlah 18 kelompok tersebar diwilayah yang berpotensi petani sawah sudah tersalur.

Baca Juga :  Putra Kawanua Fasilitasi Kunjungan Wakil Dubes Belanda, Boltim Buka Peluang Investasi Internasional

“Pupuk tersebut, non subsidi melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) dan Dana Insentiv Daerah (DID),” jelasnya.

Untuk sejumlah jenis tanaman seperti  jagung hibdrida Rp 99 juta, bibit bawang merah untuk petani kecamatan Tutuyan Rp 172 juta dan bibit cabe rawit Rp 109 juta, bibit tomat Rp 117 “Serta mesin pangkas Rp 8 juta, korseler jagung Rp 30 juta, cultivator Rp 97 juta, mesin tetas Rp 16 juta, pakan unggas Rp 15 juta, bibit kakao sambung pucuk Rp 99 juta sudah terealisasi.

“Pemberian bantuan ke petani tersebut, berdasarkan usulan dari kecamatan serta lokasi sumber potensinya. Iya, kita salur sekitar November 2020 akhir tahun. Sumber APBDP DID,” bebernya.

Baca Juga :  Pengurus PMI Boltim 2026-2031 Resmi Dilantik, Rosita Manoppo-Pobela Siap Perkuat Misi Kemanusiaan

Di kabupaten kita, lanjut Sunardi katakan, untuk area sawah berporoduksi terdapat diwilayah kecamatan Kotabunan, Modayag, Tutuyan dan Nuangan. Luasnya baku sawah sekitar 1412 Hektare (Ha). Sedangkan luas ladang sekitar 12 ribu Ha, tetapi dengan jumlah itu masih ada lahan atau lokasi yang berpotensi digarap namun belum terkelola.

“Kita punya luas baku sawah beserta ladang. Nah dengan kondisi sektor besaran luas area dimaksud, maka peningkatan pendapatan petani akan terus meningkat dengan upaya mengenjot produksi tanaman pangan seperti jagung, padi ladang, padi sawah, dan kedelai. Nantinya kita dapat bantuan bibit dari provinsi seluas tanam 200 Ha plus pupuk. Dan juga ada bantuan tanaman holtikultura itu dari APBD. Kita masih menynggu edaran alokasi beserta jenis tanaman. Ini untuk mendukung ketersediaan pangan, dan peningkatan pendapatan petani” terang, Sunardi siang tadi.

Penulis: Fidh/Fhersa
Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Baca Juga :  Puncak HUT ke-18 Boltim Meriah, Bupati Oskar Manoppo Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Kemajuan Daerah