PeristiwaSulawesi Utara

Tiga Penambang Emas Terjebak di Lubang Tambang Desa Tatelu-Minahasa Utara, Berikut Kronologinya

1087
×

Tiga Penambang Emas Terjebak di Lubang Tambang Desa Tatelu-Minahasa Utara, Berikut Kronologinya

Sebarkan artikel ini

Minut, PilarAktual.com – Insiden memilukan terjadi di Desa Tatelu, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, pada Jumat (6/12/2024) sore.

Tiga penambang dilaporkan terjebak di dalam lubang tambang akibat banjir mendadak yang melanda area tersebut.

Hingga Sabtu (7/12/2024) pagi, proses evakuasi masih berlangsung dengan berbagai tantangan di lapangan.

Korban Terjebak: Siapa Mereka?

Ketiga penambang yang saat ini masih terjebak dalam tambang tersebut adalah:

  1. Taufiq Popalo (26), warga Desa Tanoyan Selatan Dusun II, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow.
  2. Edwin Kawengian (38), warga Desa Atoga Timur Dusun III, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
  3. Ofke Watulingas (44), warga Desa Papusungan Lingkungan IV, Kecamatan Lembeh Selatan, Kota Bitung.

Para korban dikenal sebagai pekerja tambang tradisional yang telah terbiasa menghadapi berbagai risiko di lokasi kerja. Namun, bencana banjir kali ini datang secara tiba-tiba sehingga menyulitkan upaya penyelamatan.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan saksi mata, ketiga penambang mulai bekerja pada Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WITA. Mereka masuk ke lubang tambang seperti biasa untuk melakukan penambangan emas.

Baca Juga :  Dinas Ketahanan Pangan Boltim Percepat Validasi SLHS untuk SPPG

Namun, pada pukul 16.00 WITA, aliran air secara tiba-tiba meluap ke dalam lubang tambang, memerangkap ketiganya di kedalaman.

Rekan-rekan sesama penambang yang berada di lokasi segera berusaha menguras air menggunakan pompa.

Namun, tingginya volume air menyulitkan proses tersebut.

Setelah upaya penyelamatan awal gagal, mereka melaporkan insiden ini ke Polsek Dimembe pada Jumat malam.

Langkah Cepat Aparat dan Tim SAR

Mendapat laporan tersebut, Kepala Polsek Dimembe langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatur operasi penyelamatan.

Pada Sabtu pagi pukul 06.55 WITA, Polsek Dimembe menghubungi Kantor SAR Manado untuk meminta bantuan.

Tim Rescue SAR Manado bergerak cepat ke lokasi kejadian pada pukul 07.20 WITA untuk melakukan koordinasi dan penilaian awal. Hingga saat ini, mereka terus berupaya mencari cara terbaik untuk mengevakuasi korban.

Baca Juga :  Pemkab Boltim Matangkan Penerapan Manajemen Talenta ASN, Pra Ekspose Digelar di Kanreg XI BKN Manado

“Kondisi medan cukup sulit. Volume air di dalam lubang tambang sangat tinggi, sehingga tim harus bekerja ekstra hati-hati,” kata seorang petugas SAR di lokasi.

Tantangan Proses Evakuasi

Proses evakuasi menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait medan tambang yang terjal dan volume air yang terus bertambah.

Pihak berwenang juga tengah mempertimbangkan langkah-langkah lain untuk mempercepat proses penyelamatan.

“Pompa yang digunakan rekan-rekan penambang untuk menguras air belum cukup kuat. Kami sedang mencari solusi tambahan agar proses penyelamatan berjalan lebih efektif,” tambah petugas tersebut.

Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya keselamatan kerja di tambang rakyat. Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan keselamatan para penambang.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan termasuk menyediakan alat keselamatan memadai, menerapkan prosedur kerja yang lebih ketat, dan melakukan inspeksi berkala terhadap kondisi tambang.

Di tengah proses evakuasi yang masih berlangsung, keluarga korban terus memanjatkan doa agar ketiga penambang dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Baca Juga :  Pemkab Mitra Gelar Upacara Peringati HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara

Masyarakat sekitar pun turut memberikan dukungan moril bagi keluarga yang menunggu dengan harap-harap cemas.

“Semoga mereka segera ditemukan dan bisa kembali ke keluarga masing-masing. Kami semua mendoakan yang terbaik,” ujar seorang warga Desa Tatelu.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa keselamatan kerja harus menjadi prioritas di setiap sektor, termasuk tambang tradisional yang kerap luput dari pengawasan ketat.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung.

Tantangan utama yang dihadapi oleh tim penyelamat adalah tingginya volume air di dalam lubang tambang, yang terus menghambat proses pengeringan menggunakan pompa.

Selain itu, kondisi medan yang sempit dan licin juga menyulitkan tim penyelamat untuk menjangkau posisi korban. (*)

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow