Mitra, PilarAktual.com – Semangat kepahlawanan bukan hanya tentang mengangkat senjata, tetapi juga tentang keberanian untuk peduli.
Hal itulah yang tergambar jelas di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra) saat peringatan Hari Pahlawan ke-80 berlangsung khidmat, Senin pagi.
Dalam suasana penuh haru dan kebanggaan, Bupati Mitra Ronald Kandoli bersama Ketua TP PKK Ny. Stefa Kandoli Antou, Wakil Bupati Fredy Tuda dan Wakil Ketua TP PKK Ny. Sandra Tuda Kindangen, S.Th., M.Pd., bergandengan tangan dengan Kejari Minahasa Selatan Albertinus Rony Santoso, SH., MH. dan Wakapolres Melky Makawahe, SE. untuk menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan diserahkan secara simbolis kepada perwakilan penerima, mencakup paket sembako bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia, kursi roda baru, serta seragam sekolah untuk pelajar SD dan SMP.
Deretan kursi roda berjejer rapi di depan panggung upacara simbol nyata semangat gotong royong yang masih menyala di bumi Mitra.
“Peringatan Hari Pahlawan bukan sekadar mengenang sejarah, tapi momentum menyalakan kembali jiwa kepedulian. Setiap tindakan kecil berarti besar bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Bupati Ronald Kandoli dalam sambutannya.
Di sisi lain, Ny. Stefa Kandoli Antou menyampaikan pesan menyentuh:
“Kami ingin masyarakat merasa bahwa pemerintah hadir untuk mereka. Bantuan ini bukan hanya barang, tetapi wujud kasih sayang dan perhatian.”
Kejari Albertinus Rony Santoso menambahkan bahwa semangat Hari Pahlawan harus diwujudkan dalam tindakan nyata dan keadilan sosial.
“Kepedulian dan keadilan adalah dua sisi mata uang yang sama keduanya harus berjalan seimbang,” tuturnya.
Sementara itu, Wakapolres Melky Makawahe mewakili Kapolres Mitra menegaskan dukungan penuh jajaran kepolisian terhadap program kemanusiaan ini.
“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” ujarnya.
Momen paling mengharukan terjadi saat seorang lansia bernama Oma Tina (73) menerima kursi roda barunya. Dengan mata berkaca-kaca, ia menundukkan kepala dan mengucap syukur lirih.
“Terima kasih, sekarang saya bisa ikut ibadah lagi tanpa dipapah,” ucapnya, membuat suasana upacara sejenak hening penuh haru.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara jajaran pimpinan daerah dan penerima bantuan, diiringi lagu perjuangan yang menggema di halaman kantor bupati.
Tak hanya seremoni, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa semangat pahlawan bisa hidup di tengah-tengah masyarakat melalui aksi nyata, empati, dan pelayanan tulus.
Kabupaten Mitra menegaskan bahwa perjuangan hari ini bukan lagi melawan penjajahan, melainkan melawan ketidakpedulian.
Dan lewat langkah kecil seperti ini, semangat pahlawan terus hidup di hati rakyat.
















