PilarAktual.com, Boltim – Akhir-akhir ini keamanan pangan merupakan salah satu isu yang sedang berkembang di masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), mengingat tuntutan konsumen/masyarakat terhadap makanan yang aman dan bermutu.
Mengingat betapa pentingnya keamanan pangan, Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Boltim mengundang para pemilik Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) untuk mengikuti kegiatan Bimtek keamanan pangan, pada Kamis (8/11/2021).
Bertempat di Goba Molunow, kegiatan ini di hadiri Bupati Boltim, Sam Sachrul Mamonto, Kadis Dinkes Eko Marsidi, serta perwakilan Balai POM Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Keamanan pangan diselenggarakan untuk menjaga pangan tetap aman, higienis, bermutu dan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan serta budaya masyarakat.
Keamanan pangan juga dimaksudkan untuk mencegah cemaran baik fisik, biologis maupun kimia yang masuk dalam pangan dan dapat membahayakan kesehatan manusia.
Bupati Boltim, Sam Sachrul Mamonto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberi pembekalan kepada pengelola/pemilik Industri Rumah Tangga Pangan agar mampu memproduksi pangan yang sehat, aman, bermutu dan higienis.
“Sasarannya adalah para pemilik atau pengelola Industri Rumah Tangga Pangan yang belum memiliki Izin dan pernah mengikuti penyuluhan keamanan pangan belum memiliki izin IRTP,” kata Bupati Sachrul.
Menurutnya, penyuluhan keamanan pangan merupakan salah satu persyaratan yang harus diikuti oleh setiap pemilik Industri Rumah Tangga Pangan yang akan mengajukan Sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Sehingga pemilik IRTP menjadi tahu dan paham bagaimana alur untuk mendapatkan SPP-IRT.

“Dengan produk pangan yang sudah ada no PIRT nya. Produsen pangan diuntungkan karena produknya lebih dipercaya oleh konsumen dan dapat menjual produknya lebih luas serta bisa diterima di pasar modern di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Dikesempatan yang sama, Kadis Dinkes Boltim, Eko Marsidi, mengatakan dengan adanya kegiatan bimtek keamanan pangan ini semoga mampu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mengolah pangan.
“Dengan mengikuti kegiatan penyuluhan keamanan pangan ini, diharapkan bisa memberikan pemahaman dan kesadaran kepada produsen pangan untuk memproduksi pangan aman dan bermutu sehingga bisa meminimalisir terjadinya keracunan pangan,” ungkapnya.
“Kegiatan ini bertujuan agar tidak ada cemaran baik fisik, biologi maupun kimia yang ikut masuk dalam pangan baik itu melalui tempat pengolahan, peralatan yang digunakan, perilaku pengolahannya sendiri atau dari bahan makanannya sehingga aman bagi konsumen dan dapat bersaing di pasar modern,” tambahnya.
Dirinya berharap, mengikuti program–program yang ada semoga pelaku usaha yang memiliki Industri Rumah Tangga semakin berkembang.
“Semoga bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat khususnya para pelaku UMKM,” imbuhnya. (HM)
















