Boltim, PilarAktual.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kembali menorehkan capaian penting dalam sektor kesehatan.
Di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo, SE, MM, daerah ini resmi masuk dalam daftar penerima Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2026 yang digagas Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kepastian tersebut ditandai dengan pelaksanaan Penandatanganan Kontrak Konstruksi Terintegrasi Rancang Bangun pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Boltim yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (3/6/2026), dari Ruang Rapat Bupati Boltim.
Agenda nasional itu dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI dan diikuti sejumlah pemerintah daerah penerima program strategis nasional tersebut.
Masuknya RSUD Boltim dalam program PHTC Batch 4 TA 2026 menjadi momentum besar bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan di wilayah Bolaang Mongondow Timur.
Pasalnya, program Quick Wins tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas rumah sakit daerah agar mampu menghadirkan pelayanan kesehatan dengan standar kelas madya yang lebih modern dan representatif.
Dari lima rumah sakit daerah yang terpilih secara nasional pada Batch 4, RSUD Boltim menjadi salah satu daerah yang dinilai layak menerima dukungan pembangunan dari pemerintah pusat.
Bupati Boltim, Oskar Manoppo, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat kepada Kabupaten Boltim.
Menurutnya, pembangunan gedung RSUD baru merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas.
“Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur menyambut baik pelaksanaan pembangunan RSUD melalui Program Hasil Terbaik Cepat ini. Kehadiran fasilitas kesehatan yang lebih representatif menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujar Oskar.
Ia juga berharap proses pembangunan dapat berjalan sesuai target tanpa hambatan berarti. Pemerintah daerah, kata dia, akan memberikan dukungan penuh agar proyek strategis tersebut dapat selesai tepat waktu dan segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar, tepat waktu, serta mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat Bolaang Mongondow Timur,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Boltim, dr. Randya Permadi, menyebut penandatanganan kontrak pembangunan Gedung PHTC menjadi tonggak baru dalam penguatan layanan kesehatan daerah.
Menurutnya, keberadaan fasilitas baru nantinya akan meningkatkan kualitas pelayanan medis sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih memadai.
“Penandatanganan kontrak pembangunan Gedung PHTC menjadi langkah penting dalam penguatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari Bupati dan Wakil Bupati, Dinas Kesehatan, serta seluruh masyarakat,” ungkap dr. Randya.
Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan daring tersebut yakni Sekretaris Daerah Boltim M. Iksan Pangalima, S.Pi., M.A.P., serta Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Hendra Tangel, SH.
Diketahui, RSUD Boltim tergabung dalam Group 4 penerima Program PHTC Tahun 2026 bersama empat daerah lainnya di Indonesia, yakni RSUD Mitra Sehat Kabupaten Minahasa Tenggara, RSUD Kabupaten Konawe Utara, RSUD Kabupaten Mamuju Tengah, dan RSUD Weda Kabupaten Halmahera Tengah.
Program ini diharapkan menjadi awal baru bagi kemajuan pelayanan kesehatan di Boltim sekaligus memperkuat kehadiran negara dalam menyediakan layanan kesehatan yang merata hingga ke daerah.
















