Manado, PilarAktual.com – Ribuan remaja GMIM dari berbagai penjuru Sulawesi Utara memadati bumi perkemahan Sea Raya, Wilayah Sea, dalam ajang akbar Perkemahan Kreatif Remaja Sinode GMIM 2025.
Kegiatan yang berlangsung selama sepekan, 30 Juni hingga 4 Juli 2025 ini, bukan sekadar berkemah melainkan panggung kreativitas, iman, dan cinta budaya.
Sebanyak lebih dari 300 tenda jemaat berdiri gagah di atas lahan 45 hektare.
Namun satu yang mencuri perhatian banyak peserta dan juri: tenda kreatif karya Remaja GMIM “Sentrum Dame” Tosuraya, yang menjadi sorotan dalam lomba tenda kreatif kategori B.
Di balik kemegahan tenda tersebut, tersimpan kerja keras dan ide brilian.
Ketua Komisi Pelayanan Remaja Jemaat (KPRJ) Sentrum Dame Tosuraya, Pnt. Grand Josua Adytia Logor, SE, mengungkapkan bahwa tenda itu bukan sekadar dekorasi, tapi sebuah narasi iman dan identitas budaya.
“Kami ingin menyampaikan pesan bahwa remaja GMIM bukan hanya kreatif, tapi juga bangga akan budaya Minahasa dan setia dalam Kristus,” ujarnya kepada PilarAktual.com, Minggu (6/7/2025).
Mengusung tema “Inkulturasi Budaya Minahasa dan Kekristenan Teologis serta Kearifan Lokal”, tenda ini menggabungkan elemen budaya dan spiritualitas.
Dua logo yang berbeda Logo GMIM dan Logo Remaja disatukan dalam satu desain utuh yang penuh makna.
Tenda dibangun selama 15 hari, menggunakan 80 persen material bambu lokal, dikerjakan langsung oleh remaja dan pemuda jemaat, tanpa menggunakan jasa luar.
Rafelio Kelung, S.Ars, bertindak sebagai perancang utama dengan pendekatan arsitektur hibrida, yakni memadukan fungsi, bentuk, dan material menjadi ruang spiritual yang estetik dan fungsional.
“Metafora desain kami sederhana. Dari perbedaan, kita bisa menghasilkan kesatuan yang indah,” ujar Grand, dengan nada bangga namun rendah hati.
Untuk merealisasikan karya ini, anggaran jutaan rupiah digelontorkan termasuk untuk bahan-bahan tenda dan konsumsi selama pengerjaan.
Namun, bagi mereka, nilai karya jauh melampaui angka.
“Kami percaya, semua ini untuk memuliakan Tuhan. Prestasi ini hanya bonus. Yang utama, kami belajar melayani dengan sungguh-sungguh,” lanjutnya.
Grand juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua BPMJ, Pelayan Khusus Kolom 1-12, dan seluruh jemaat GMIM ‘Sentrum Dame’ Tosuraya atas dukungan penuh baik dalam bentuk material, tenaga, maupun dana.
Tenda itu kini berdiri sebagai simbol semangat muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga mengakar pada iman dan cinta akan tanah leluhur.
Di bumi perkemahan Sea Raya, suara remaja GMIM menggema: mereka siap menjadi terang, di masa muda, dengan karya dan hati.
















