Mitra, PilarAktual.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra) menandai peringatan Hari Ulang Tahun ke-19 pada 2026 dengan langkah konkret menjaga lingkungan.
Melalui kegiatan penghijauan berupa penanaman pohon massal, Pemkab Mitra menunjukkan komitmennya dalam merespons isu kerusakan alam yang kian mengkhawatirkan.
Kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan Camping Ground Selet, Gunung Soputan, Kecamatan Silian Raya, Selasa (5/5/2026). Lokasi ini dipilih bukan tanpa alasan.
Selain dikenal sebagai destinasi wisata alam, kawasan Selet juga memiliki fungsi penting sebagai daerah tangkapan air bagi wilayah sekitarnya.
Bupati Minahasa Tenggara Ronald Kandoli bersama Wakil Bupati Fredy Tuda turut hadir dan memimpin langsung aksi penanaman pohon pinus secara simbolis bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Turut serta Ketua DPRD Mitra Sophia Antou, Kapolres Mitra AKBP Handoko Sanjaya, Sekretaris Daerah David H. Lalandos, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Keterlibatan berbagai unsur pemerintahan ini memperlihatkan bahwa upaya pelestarian lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ronald Kandoli menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni peringatan hari jadi daerah.
Lebih dari itu, penanaman pohon massal menjadi langkah strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus upaya jangka panjang dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
“Penebangan liar dan berkurangnya lahan hijau menjadi tantangan serius. Karena itu, kegiatan seperti ini penting untuk terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Kandoli.
Ia menambahkan, penghijauan tidak hanya berdampak pada kualitas lingkungan, tetapi juga berperan dalam menjaga sumber air, mencegah erosi, serta menciptakan udara yang lebih bersih bagi masyarakat.
Aksi tanam pohon ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga alam.
Pemerintah daerah mendorong agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Wakil Bupati Fredy Tuda menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, edukasi sejak dini mengenai pentingnya penghijauan perlu terus digalakkan agar tercipta budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.
Dengan memilih kawasan Selet sebagai lokasi kegiatan, Pemkab Mitra juga ingin mengangkat potensi wisata alam daerah.
Upaya penghijauan diharapkan mampu menjaga keindahan dan kelestarian kawasan tersebut, sehingga tetap menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara berharap manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga oleh generasi mendatang.
Langkah kecil yang dilakukan hari ini diyakini menjadi fondasi penting dalam menjaga bumi tetap hijau dan lestari.
















