ManadoPemerintahanPeristiwa

Pemprov Sulut Bongkar Fakta di Balik Isu Jalan Rusak dan Staf Khusus

1312
×

Pemprov Sulut Bongkar Fakta di Balik Isu Jalan Rusak dan Staf Khusus

Sebarkan artikel ini

Manado, PilarAktual.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) akhirnya angkat bicara terkait tudingan yang ramai beredar di media sosial dan sejumlah pemberitaan.

Sorotan publik terhadap pengangkatan staf khusus, kondisi jalan rusak, hingga rencana pembangunan SPBU di kawasan Taman Budaya, ditanggapi tegas oleh Juru Bicara sekaligus Plh Kepala Diskominfo Sulut, Denny Mangala.

Menurut Denny, tudingan-tudingan tersebut terlalu tendensius dan terkesan menggiring opini negatif terhadap Gubernur Sulut Yulius Selvanus.

“Publik perlu menilai secara proporsional. Banyak narasi di media sosial yang cenderung menyerang pribadi Pak Gubernur, bukan mengkritisi kebijakan secara objektif,” tegas Denny, Kamis (16/10/2025).

Ia menjelaskan, seluruh langkah kebijakan Gubernur Yulius berpedoman pada RPJMD Sulut 2025–2029 yang telah ditetapkan melalui Perda Nomor 2 Tahun 2025.

Baca Juga :  Refleksi 18 Tahun Boltim, Bupati dan Wakil Bupati Paparkan Strategi Masa Depan Daerah

“Visi dan arah pembangunan sudah tertuang jelas. Semua keputusan diambil berdasarkan rencana strategis jangka menengah, bukan keputusan instan,” ujarnya.

Meski baru dilantik pada 20 Februari 2025, Denny menyebut Gubernur Yulius langsung dihadapkan pada tantangan berat: efisiensi nasional dan keterbatasan anggaran daerah.

Namun, ia menilai sang gubernur mampu menerapkan strategi cerdas agar pembangunan tetap berlanjut tanpa mengorbankan pelayanan publik.

“Buktinya, masyarakat Pulau Gangga dan Talise kini menikmati listrik 24 jam. Bahkan di Pulau Talaud, pemerintah pusat melalui Kemendes siap membangun jaringan listrik berkat perjuangan Gubernur,” ungkapnya.

Selain sektor energi, berbagai bantuan terus digelontorkan: mulai dari alat pertanian, perikanan, pangan murah, hingga bantuan sosial bagi warga berpenghasilan rendah.

Baca Juga :  Bupati Batu Bara Dorong Ketahanan Pangan, Panen Raya Lumbung Pangan Baznas jadi Bukti Sinergi Pemerintah dan Petani

“Semua itu hasil komunikasi intens antara Pemprov dan kementerian. Jadi tidak benar kalau pemerintah daerah diam saja,” tambahnya.

Terkait isu pengangkatan staf khusus, Denny menegaskan langkah itu legal dan strategis.

“Staf khusus bukan sekadar pendamping. Mereka adalah penguat koordinasi, komunikasi publik, dan percepatan kebijakan strategis daerah. Semua diangkat sesuai kapasitas dan kebutuhan organisasi,” jelasnya.

Menurutnya, banyak kepala daerah hingga menteri juga memiliki staf khusus demi efektivitas kerja pemerintahan.

Di sisi lain, Denny memastikan bahwa kondisi ekonomi Sulut tetap stabil. Inflasi terkendali, pertumbuhan ekonomi positif, dan situasi keamanan tetap kondusif.

“Pak Gubernur fokus membuka akses anggaran pusat untuk mempercepat pembangunan, seperti proyek Hub Port Bitung, SMA Taruna Nusantara di Langowan, dan rumah sakit di Bolsel. Ini bukti kerja nyata, bukan janji,” tandasnya.

Baca Juga :  Wasev TMMD ke-129 Tinjau Kapal Merah, Bupati: Sinergi TNI-Pemda Kunci Bangun Desa

Menutup pernyataannya, Denny mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima informasi.

“Jangan mudah terpancing isu separuh fakta. Mari kita dukung visi besar Pak Gubernur: Sulut maju, merata, dan berkeadilan. Kritik boleh, tapi jangan sampai menutup mata terhadap kemajuan yang sedang dibangun,” pungkasnya.

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow