PemerintahanPeristiwaPurwakarta

Pemkab Purwakarta Serahkan 33 Unit Traktor untuk Kelompok Tani

2985
×

Pemkab Purwakarta Serahkan 33 Unit Traktor untuk Kelompok Tani

Sebarkan artikel ini

Purwakarta, PilarAktual.com – Untuk mendukung peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Purwakarta, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Pangan dan Pertanian menyerahkan bantuan alat mesin pertanian berupa traktor untuk membajak sawah kepada kelompok tani setempat.

Dimana bantuan ini bertujuan untuk mempercepat pengolahan tanah dan mencegah keterlambatan masa tanam.

“Hari ini, kami menyerahkan sebanyak 33 unit hand traktor roda dua dari Kementerian Pertanian kepada perwakilan kelompok tani di Kabupaten Purwakarta. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat pengolahan tanah agar tidak tertinggal masa tanam,” ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Sri Jaya Midan, pada Kamis (6/6).

Acara serah terima traktor yang digelar di Kantor Dispangtan Kabupaten Purwakarta tersebut turut dihadiri oleh Penjabat Bupati Purwakarta, Benni Irwan, yang menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani.

Baca Juga :  Pengurus PMI Boltim 2026-2031 Resmi Dilantik, Rosita Manoppo-Pobela Siap Perkuat Misi Kemanusiaan

Sri Jaya Midan menambahkan, pihaknya optimis target produksi padi pada musim panen mendatang yang diperkirakan jatuh pada Oktober 2024 akan meningkat.

“Pada musim panen sebelumnya, kami mengalami defisit sekitar 2.800 ton. Ke depan, target kami adalah 3.600 ton, dan kami optimis target tersebut bisa tercapai,” ujarnya.

Selain bantuan traktor, Sri Jaya Midan mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus mengajukan bantuan lain dari pemerintah secara bertahap, termasuk bantuan benih.

Lanjutnya, dari total luas lahan tanam sekitar 17.900 hektar, baru sekitar 6.000 hektar yang telah mendapat bantuan.

“Secara bertahap, sesuai dengan anggaran dan arahan dari Kementerian, bantuan akan terus kami ajukan. Tidak hanya traktor, tetapi juga pompa alkon. Saat ini baru ada 123 unit, dan jika petani membutuhkan, kami akan mengajukan lagi termasuk program-program lain seperti irigasi usaha tani,” jelasnya.

Baca Juga :  BP2RD Ternate Semena-Mena Pungut Pajak Galian C Tanpa Izin

Menurut Sri Jaya Midan, dampak elnino sebelumnya menyebabkan penurunan produksi sekitar 2.800 ton. Tahun ini, target produksi adalah 3.670 ton, dan saat ini sudah terealisasi 2.900 ton.

“Artinya, sudah 77 persen dari defisit tersebut terpenuhi. Alhamdulillah, kami selalu didukung oleh Pak Penjabat Bupati dalam rangka percepatan ini,” katanya.

Midan juga menekankan pentingnya perawatan tanaman dan pengamanan dari organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

“Kami telah memfasilitasi dua drone untuk pengendalian OPT. Jika terjadi serangan hama penyakit secara masif, kami akan menggunakan itu,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Sri Jaya Midan berharap ketersediaan bahan pangan yang cukup akan mampu menekan angka inflasi di daerah.

“Dengan jaminan ketersediaan pangan, harga-harga bisa terkendali dan terjangkau oleh masyarakat. Ketersediaan pangan di daerah juga merupakan salah satu cara untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Dalam hal ini, pemerintah hadir untuk para petani dan kelompok tani,” tutupnya.

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Baca Juga :  PT ASA Raih Penghargaan dari Pemkab Boltim atas Kepatuhan Pajak dan Kontribusi CSR