BATU BARA, PilarAktual.com — Perayaan Paskah Oikumene Kabupaten Batu Bara 2026 berlangsung khidmat di Gedung Sopo Toba, Kecamatan Air Putih, Rabu (20/5/2026). Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, S.E., http://M.AP., hadir langsung memimpin jalannya ibadah yang mengusung tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita”.
Ribuan jemaat Kristiani dari berbagai wilayah memadati lokasi perayaan. Hadir pula tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintah daerah yang memperkuat nuansa kebersamaan dalam keberagaman.
Mengawali sambutan, Syafrizal menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pelaksanaan kegiatan. Ia menjelaskan keterlambatan terjadi akibat kendala komunikasi dalam tahap persiapan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Batu Bara, saya mengucapkan selamat merayakan Hari Paskah. Semoga perayaan ini membawa damai, kasih, dan mempererat persaudaraan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Syafrizal menegaskan, peringatan Paskah menjadi momentum memperkuat nilai kasih, persaudaraan, dan semangat kebersamaan. Nilai-nilai ini penting untuk menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Tema perayaan tahun ini diajak menjadi pengingat bagi seluruh umat untuk menghayati ajaran kasih dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, tercipta kedamaian dan kesejahteraan yang merata di Batu Bara.
Pemerintah Kabupaten Batu Bara juga menegaskan komitmennya mendukung pembangunan bidang keagamaan. Pembinaan keagamaan dinilai menjadi landasan moral dan spiritual bagi keberhasilan pembangunan daerah.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Syafrizal menyerahkan 100 paket sembako kepada anak yatim piatu yang hadir. Bantuan tersebut disambut haru dan menjadi wujud nyata perhatian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.
Suasana perayaan semakin semarak dengan adanya lucky draw yang disambut antusias jemaat. Kegiatan ini menambah keakraban dan kegembiraan di sela rangkaian ibadah.
Pemkab Batu Bara berharap perayaan Paskah Oikumene dapat terus menjadi ruang mempererat toleransi dan memperkuat kebersamaan antarumat beragama di daerah.
















