Hari Jadi Kabupaten Halmahera Selatan

Pangkas Gaji PTT Bupati Usman Sidik Didesak Copot Kepsek SDN 1 Halsel

Pangkas Gaji PTT Bupati Usman Sidik Didesak Copot Kepsek SDN 1 Halsel

LABUHA, PilarAktual.com – Kepala Sekola (Kepsek) Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Kabupaten Halmahera Selatan inisial EM diduga kuat pemangkas gaji honorer dan menunggak gaji selama tiga bulan.

Selain melakukan praktek pemangkasan, EM juga terbukti telah lalai menjalankan tugasnya sebagai kepala sekolah SDN 1 Halsel.

Hal tersebut diungkapkan sala satu operator SDN 1 Halsel, inisial MM saat diwawancarai wartawan melalui via telpon, Selasa, (21/6/2022) mengatakan, gajinya dipangkas bersama tiga pegawai PTT lainnya selama tiga bulan hingga sekarang belum lunas dibayarkan.

“Padahal ibu kepsek sudah cairkan dana BOS tahap pertama 20 persen dan tahap kedua 40 persen tetapi hak saya dengan ketiga PTT di SDN 1 Halsel masih ditunggak 3 bulan bahkan ada pangkas sebagian gaji kami itu sebesar Rp 50 ribu dari total gaji per bulan Rp 350.000,” Ungkap MM yang merupakan operator sekolah dari tahun 2013 itu.

Bahkan kata Ia, pencairan dana bantuan operasional sekolah (BOS) 20 persen pada bulan Maret kemarin. Itu Kepsek hanya bayar 3 bulan jadi saya ambil dan bilang ke ibu seharusnya bayar 4 bulan alasan ibu mendekati ujian jadi nanti cair 40 persen akan dilunasi, ternyata cair kemarin 40 persen dana BOS juga kase 6 guru honorer cuma 3 bulan mestinya 5 bulan karena suda ada tunggakn 2 bulan.

MM bilang, sebagai operator sekolah mestinya gaji per bulan itu diterima utuh Rp 1.50.000 tapi hanya terima 900 ribu sementara tiga temanya inisial ND, RI dan JH itu besaran gaji per bulan Rp 350.000 hanya diberikan Rp 300.000 dipangkas bervariasi Rp 50-150.000.

“Torang PTT ada 6 orang cuma empat orang yang belum terima gaji selama 3 bulan bahkan kena pemotongan, sementara dua PTT lainya baru masuk mengabdi itu gajinya sudah terbayar lunas 5 bulan,” Kesalnya.

Ditambahkan MM, atas keluhan dan bentuk mosi ketidakpercayaan terhadap kebijakan sepihak tersebut, agar Bupati halmahera Sekatan dalam hal ini Kepala dinas pendidikan harus mengevaluasinya. Buktinya pengangkatan EM sebagai kepsek pun hanya berstatus golongan IIIB tidak layak menepati jabatan kepsek karena tidak paham untuk mengelolah sekolah.

“Torang berharap keluhan ini menjadi atensi Bupati dan kadis pendidikan untuk segera evaluasi kepsek bila perlu copot jabatan dari kepsek SDN 1 Halsel karena tidak kompeten urus sekolah, apalagi ibu Ernawati hanya modal lulusan D2 sudah pasti tidak punya kemampuan menejemen mengelolah sekolah bagaimana mungkin diangkat menjadi kepsek,”Pungkasnya.

Sekedar diketahui, sehingga berita ini dipublis, kepala sekolah SD Negeri 1 Halsel, inisial EM belum juga memberikan keterangan resmi. (Red)