Kegiatan panen raya jagung ini menjadi bukti nyata penguatan ketahanan pangan desa melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sekaligus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya para petani. Melalui pengelolaan yang terorganisir, hasil pertanian tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi dan membuka peluang kerja di tingkat desa.
Pada kesempatan tersebut, Asisten I Setda Kota Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, S.STP., M.E., menyampaikan apresiasi Pemerintah Kota Kotamobagu kepada Kelompok Tani Sehati, yang dinilai berhasil mengelola pertanian jagung secara produktif, mandiri, dan berkelanjutan melalui sinergi dengan BUMDes Desa Moyag Tampoan.
Mewakili Wali Kota Kotamobagu, Sahaya Mokoginta menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Kotamobagu, dr. Wenny Gaib, dan Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Mangkat, S.H., M.H., khususnya dalam mendorong pembangunan desa, penguatan ekonomi masyarakat, serta ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Dalam keterangannya, Pjs. Sangadi Desa Moyag Tampoan, Kori Manoppo, yang juga menjabat sebagai Camat Kotamobagu Timur, menyampaikan bahwa program pertanian jagung ini merupakan inisiatif murni para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sehati, yang kemudian dikembangkan dan dikelola bersama BUMDes Desa Moyag Tampoan.
“Kegiatan ini adalah inisiatif para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sehati bersama BUMDes. Inovasi ini tumbuh dari kesadaran dan semangat masyarakat desa sendiri, dan terbukti memberikan manfaat yang sangat besar bagi petani,” ujar Kori Manoppo.
















