Keluarga Pasien Probable Tolak Swab, Dinkes Boltim Minta Polres Lakukan Ini

  • Whatsapp
Eko-Marsidi
Eko Marsidi, Kepala Dinas Kesehatan Boltim. (Ist)

Boltim, PilarAktual.com РKeluarga  pasien meninggal dengan status probable di Desa Paret Timur, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, menolak dilakukan swab oleh petugas kesehatan. Bahkan, aksi penolakan tersebut diduga diwarnai dengan pengancaman ke salah satu petugas medis yang sedang bertugas pada Kamis 17 Juni 2021. Alhasil, agenda swab terhadap puluhan anggota keluarga yang sempat kontak erat dengan pasien meninggal, hari Kamis itu gagal dilakukan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boltim Eko Marsidi menyesalkan tindakan keluarga pasien tersebut. Dia ungkapkan, Dinkes akan tetap mengupayakan swab ke keluarga. Insiden kemarin, menurut dia, dipicu kesalahpahaman masyarakat. “Orang meninggal dengan tes PCR belum keluar namun hasil antigennya positif itu namanya probable. Maka tiap orang yang kontak dengan yang bersangkutan, wajib untuk dilakukan swab. Itu aturan,” tegas Eko, di kantornya.

Bacaan Lainnya

Lanjut dikatakan Mantan Kabag Humas Setda Boltim di erah Bupati Sehan Landjar ini, pihaknya berencana membuat laporan polisi atas insiden yang dialami petugas medis di Desa Paret Timur. “Tindakan keluarga menolak bahkan menghalang-halangi petugas medis bertentangan dengan Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan sehingga ini perlu diadukan,” ungkapnya.

Meski demikian, Eko berharap Polres Boltim dapat memediasikan persoalan ini hingga keluarga pasien probable bisa dilakukan swab. “Saya lebih cenderung dimediasikan lagi. Begitu pun dengan pemerintah desa Paret dan Paret Timur agar ada kerjasamanya. Hari ini (Jumat) kita akan ke Polres,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, status probable adalah orang yang masih dalam kategori suspek dan memiliki gejala seperti ISPA berat, gagal napas atau meninggal dunia. Namun belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan bahwa orang tersebut positif idap Covid 19. (end/Frz)