KalbarPeristiwa

Kasdam XII/Tpr Dampingi Kapolri dan Menkes Tinjau Vaksinasi di Kubu Raya

184
×

Kasdam XII/Tpr Dampingi Kapolri dan Menkes Tinjau Vaksinasi di Kubu Raya

Sebarkan artikel ini

Kubu Raya, Piralaktual.com – Kepala Staf Kodam (Kasdam) XII/Tanjungpura, Brigjen TNI Djauhari, S.E., M.M., dampingi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi serentak yang dilaksanakan di Kantor Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat.Rabu (19/1/22)

Vaksinasi serentak kali ini melibatkan vaksinator dari TNI-Polri dan Dinas Kesehatan. Ditargetkan sebanyak 2020 dosis baik dosis pertama dan kedua. Dengan menggunakan vaksin Sinovac, Astra Zeneca dan Pfizer. Vaksinasi menyasar orang dewasa dan anak usia 6 hingga 11 tahun.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada awak media menjelaskan, kunjungannya bersama Menkes kali ini untuk meninjau secara langsung vaksinasi yang dilaksanakan di Kubu Raya. Dari pantauannya untuk wilayah Kubu Raya target vaksinasinya sebanyak 2020 dosis namun total dari laporan kurang lebih 24.000 dosis untuk seluruh Kalimantan Barat.

Baca Juga :  Hadiri RUPS LB Bank SulutGo, Bupati Oskar Manoppo Dukung Penataan Pengurus Sesuai Arahan OJK

“Tentunya ini perlu saya apresiasi. Tadi kita juga tersambung secara nasional dan target kita hari ini minimal satu juta,” jelasnya.

Kapolri mengatakan, vaksinasi menjadi hal yang harus terus dilakukan, karena saat ini varian Omicron sudah mulai masuk. Disampaikannya, saat ini terjadi peningkatan kasus masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19. Masyarakat diminta harus terus waspada.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat bagi yang belum divaksin, tolong untuk segera melaksanakan vaksin,” himbaunya.

Ia menyampaikan, Pemerintah dan TNI-Polri telah menyiapkan gerai-gerai vaksin. Bagi masyarakat yang sudah dua kali vaksin namun sudah lewat dari enam bulan dipersilahkan mendaftar untuk mengikuti vaksin booster. Menurutnya, ada kecenderungan setelah 6 bulan tingkat imunitas akan turun sehingga perlu ada booster ulang.

Baca Juga :  Melalui Festival Melayu Borneo Pontianak 2026, Gubernur Ria Norsan Tegaskan Pentingnya Persatuan

“Dan yang paling penting tolong jaga protokol kesehatan, tetap pakai masker. Bagi yang melaksanakan kegiatan tatap muka aturan terkait Protkes agar tetap dilaksanakan sesuai ketentuan,” himbaunya juga.

Sedangkan Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa varian Omicron memang sudah masuk ke Indonesia dan paling banyak ada di wilayah DKI Jakarta. Ciri-ciri Omicron ini terlihat dari kenaikan kasus yang cepat. Secara nasional sudah naik dari 300 ke 1400 kasus.

Menghadapi varian Omicron kata Budi Gunadi Sadikin, masyarakat diminta harus untuk selalu waspada dan hati-hati tapi jangan sampai panik. Masyarakat dapat melaksanakan 3 hal untuk tidak terpapar varian Omicron ini.

“Yang perlu dilakukan ada 3 hal yaitu pertama maskernya jangan dilepas, kalau dilepas jauh-jauhan (jaga jarak) dengan temennya. Itu penting sekali. Kedua vaksin, yang belum vaksin dipercepat. Kalau ada keluarga belum divaksin segera vaksin. Ketiga, jangan takut untuk rutin dites, positif ketahuan tidak apa-apa. Segera lakukan isolasi agar tidak menular ke yang lain,” tutup Menkes RI. (Mia/Kodam XII/Tpr)

Baca Juga :  Wabup Fredy Tuda Terima Kunjungan Kementerian ESDM, Bahas Penyelidikan Mineral Logam

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow