Berita UtamaMaluku Utara

Karya Usman “Mati” Ditangan Bassam

5345
×

Karya Usman “Mati” Ditangan Bassam

Sebarkan artikel ini

HALSEL,PA- Sejumlah Mega proyek pekerjaan ratusan miliar yang digagas oleh Almarhum Usman Sidik harus terhenti di tangan Hasan Ali Bassam Kasuba.

Proyek yang digadang-gadang akan menjadi iconik kabupaten Halmahera Selatan itu sendiri, hingga saat ini pekerjaannya tersendat-sendat dan seakan tidak lagi berjalan progres pekerjaannya.

Mega Proyek Usman Yang Belum Tuntas

Melalui, hasil penelusuran Media ini, mulai diri RS Pulau makian, yang menelan anggaran Rp. 44 miliar, hingga pembagunan zona ekonomi desa Mandaong-Tembal, Pasaran Babang, Pelabuhan Semut Desa Tuokona, hingga penambahan dua jalur jalan dan jembatan dengan anggaran fantastis mencapai Rp. 300 miliar lebih tak kunjung di tuntaskan.

Pasalnya hingga saat ini proyek tersebut terkesan jalan di tempat. Karena belum juga dituntaskan, entah sampai kapan.

Baca Juga :  Kapolres Labuhanbatu Turun Langsung Padamkan Kebakaran Lahan di Padang Bulan

“Karya almarhum sangat bagus, namun saat ini terkesan jalan di tempat, bahkan pekerjaan tersebut terkesan tidak berjalan sesuai apa yang direncanakan,” sebut salah satu loyalis Alm. Usman saat berbincang-bincang dengan wartawan, Rabu (21/8/2024).

Ia mengaku, Kasihan dengan kebijakan yang diambil oleh Bupati saat ini, dimana sejumlah pekerjaan yang sudah dirancang dengan ratusan miliar tersebut, harus terbengkalai lantaran tidak lagi pengawasan yang ketat oleh Bupati saat ini.

“Mega proyek ini kalau jadi, sudah pasti bagus, karena akan menjadi wajah kota yang sesungguhnya,”ujarnya.

Sementara itu, Salah satu pengawas pekerjaan Mega proyek tersebut, ditemui wartawan mengaku akan menuntaskan pekerjaan tersebut karena ini merupakan bentuk komitmen dan tanggungjawab bersama.

Baca Juga :  1500 PTSL Di Triwulan Ketiga Tahun 2026 Tuntas Dilaksanakan BPN Labuhanbatu

“Pastinya kami selesaikan, mau berapa lama waktunya, karena ini tanggungjawab kami selaku pekerja,”ujarnya singkat.

Sementara itu, Kadis Perkim, Fadli, dua kali di sambangai di Kantornya tak berada di tempat, dengan alasan tidak masuk kantor.

“Pak kadis belum ada, entah masuk kantor lagi atau tidak,”ujar sala satu staf saat ditemui wartawan menanyakan kepala dinas.

Namun upaya konfirmasi wartawan, baik SMS dan tlp, belum juga direspon hingga berita ini diturunkan. (red)

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow