PilarAktual.com – Studi terbaru dari Degreechoices menunjukkan bahwa meskipun jurusan bisnis tetap menjadi salah satu program studi paling diminati, tingkat depresi di kalangan mahasiswa jurusan ini meningkat signifikan.
Dilansir oleh Newsweek, krisis kesehatan mental di kalangan mahasiswa semakin buruk, dipicu oleh berbagai faktor termasuk pandemi Covid-19.
Data menunjukkan sebanyak 375.400 gelar bisnis dari sekitar 2 juta gelar sarjana yang diperoleh antara tahun 2021 hingga 2022 menunjukkan adanya peningkatan depresi yang signifikan.
Dari tahun 2019 hingga 2024, mahasiswa jurusan bisnis melaporkan tingkat depresi yang meningkat dari 29,5 persen menjadi 32,6 persen.
Alexandra Cromer, konselor profesional berlisensi di Thriveworks, mengungkapkan bahwa ketidakstabilan ekonomi dan dunia bisnis menjadi faktor utama peningkatan depresi di kalangan mahasiswa bisnis.
Menurutnya, ketidakpastian ekonomi dapat membuat mahasiswa merasa putus asa terhadap masa depan mereka.
Nicholas Hardy, seorang psikoterapis, menambahkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap ekonomi global mempengaruhi kesehatan mental mereka.
Jika ekonomi dianggap mendukung, mahasiswa cenderung merasa lebih optimis.
Namun, jika sebaliknya, mereka lebih rentan terhadap depresi.
Meskipun demikian, Hardy menyatakan bahwa jurusan bisnis tetap populer karena fleksibilitasnya yang dapat diterapkan di berbagai bidang.
Meningkatnya tingkat depresi ini menunjukkan adanya perubahan dalam dunia bisnis yang harus diadaptasi oleh para mahasiswa dan institusi pendidikan.
Evolusi dan inovasi dalam pendidikan tinggi menjadi kunci untuk menghadapi tantangan ini.
















