Genjot PAD, BPKAD Halsel dan Bank BPD Hadirkan Sistim Aplikasi Secara Online

  • Whatsapp
Foto Istimewa: Pemda Halsel dan Bank BPD Maluku Cabang Labuba Saat Louncing.(Hum)

LABUHA, PilarAktual.com – Pemda Halmahera Selatan melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) bersama PT Bank BPD Maluku-Malut menghadirkan aplikasi Tapping-Box. Peluncuran aplikasi berbasis teknologi atau alat perekam pajak ini guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Halmahera Selatan.

Sebanyak 21 unit yang diaktifkan lewat aplikasi yang baru dilaunching. Aplikasi-aplikasi ini diluncurkan dalam mengenjot atau mengelola pajak hotel, restoran, tempat hiburan/cafe, dan pajak daerah lainnya.

Bacaan Lainnya

Kabid Pendapatan BPKAD Kabupaten Halmahera Selatan Rusdi Noh mengatakan, pihaknya bersama Bank BPD cabang Labuha telah menfasilitas aplikasi online atau sistem ini. Hal ini berdasarkan perjanjian kerjasama antara Pemda Halmahera Selatan dengan Bank BPD Maluku-Malut nomor: 973/425/BPKAD/XI/2020 dan nomor: LBH/03/145/11/2020 tanggal 12 Nopember 2020 yang hari ini telah diaktifkan aplikasinya.

“Melalui aplikasi ini dapat memberikan kemudahan kepada wajib pajak dalam menghitung besar pajak yang disetorkan, mempercepat pelaporan data penerimaan pembayaran subjek pajak daerah dan meningkatkan pengawasan atas pelaporan wajib pajak daerah,” kata Rusdi, Kepada wartawan Kamis (23/9/2021).

Hadirnya aplikasi ini, kata Rusdi, tidak hanya pada pajak hotel, restoran, dan cafe saja, namun yang menjadi target peningkatan PAD Kabupaten Halmahera Selatan, BPKAD akan terus bekerja dengan melakukan penagihan pada beberapa sektor pajak di kawasan industri pertambangan di Pulau Obi dan PT GMM (Gane Dalam).

“Kita juga terapkan pajak penerangan lampu jalan, pajak mineral bukan logam/ (galian C), pajak PBB-P2, pajak restoran, pajak air tanah,” ungkapnya.

Untuk kawasan industri pertambangan di Pulau Obi, pihaknya kata Rusdi, telah melakukan peninjauan lapangan di PT HJF dan masih ada 5 perusahan lain yang akan tinjauan lapangan guna memperbaharui data terkait penyetoran pajak.

“Kawasan industri PT HJF suda dilakukan peninjauan, sementara di perusahan lain kami sudah menyurat agar mereka mengatur waktu kunjungan kami nantinya,” Jelasnya.

Dia bilang, aplikasi-aplikasi yang diluncurkan ini sebagai upaya bidangnya dalam mencapai target PAD pada APBD Perubahan 2021 yang telah menjadi tanggungjawab, yakni sebesar Rp 71.717.197.461, dari total target PAD Kabupaten Halmahera Selatan Rp 101.442.697.461.

“Harapan kami semoga di APBD Perubahan 2021 ini realisasi PAD terus meningkat seiring dengan berbagai strategi dan upaya yang akan terus kami lakukan baik itu peninjauan lokasi, penagihan dan regulasi,” Pungkasnya.

Foto Istimewa: Asisten III Hairuddin didampigi Pihak Memberikan arahan tentang Aplikasi.

Sementara itu, Kepala Bank BPD Maluku Cabang Labuha Muhammad kepada media ini di Hotel Skey mengatakan, kerja sama Pemda Halsel dan Bank Maluku Cabang Labuha ini untuk meninggatkan PAD tahun 2021 ini.

“Bank Maluku dan BPKAD Halsel kerja sama untuk meningkat pendapatan daerah,” Kata Muhammad disela-sela Louncing Aplikasi Tapping-Box

Muhammad bilang dengan adanya aplikasi ini semua transaksi dipantau langsung oleh BPKAD Halsel sehingga 10 persen sebagai pajak untuk Pemda Halsel.

Selain itu, transaksi dari warga atau pelanggang bisa dipantau oleh BPKAD, Pihak Bank dan Komisi Pemberantasan korupsi (KPK), serta seluruh pelaku usaha Resto dan Hotel dan lain-lainnya yang bisa diketahui secara umum.

“Transaksi langsung dipantau BPKAD, Bank Maluku Cabang Labuha dan KPK,” Ungkapnya. (Red)