Gelar RDP, Simbalang Potensi Jadi WPR

  • Whatsapp

PilarAktual.com, Boltim – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) terkait pengusulan WPR di Boltim, Senin (13/9/2021).

Bertempat di ruang Komisi II DPRD, RDP di pimpin oleh Wakil Ketua DPRD, Muhammad Jabir, Ketua Komisi II, Sofyan Alhabsyi, Sekretaris Komisi II, Sunarto Kadengkang, Hasirwan, Asisten II M. R. Alung, Kabag Perekonomian dan SDA Setda, Hasirwan.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua DPRD Boltim, Muhammad Jabir dalam kesempatan itu mengatakan pengusulan WPR perlu adanya koordinasi antara DPRD, Dinas terkait, Pemda, dan Pemprov.

“Menindaklanjuti surat dari Gubernur Sulut terkait WPR daerah, maka DPRD memandang pengusulan WPR di Boltim perlu adanya koordinasi untuk proses pengusulan WPR di Boltim,” kata Jabir.

“Mengingat kondisi keuangan belum memungkinkan untuk semua lokasi WPR, jadi satu dulu yang coba di usulkan,” tambahnya.

Senada disampaikannya, Komisi II DPRD, mengusulkan 5 wilayah WPR di Boltim yaitu Buyat Kecamatan Kotabunan, mintu Kecamatan Motongkad, simbalang Kecamatan Tutuyan, bobutaan Kecamatan Motongkad dan Mata Bulu Kecamatan Nuangan.

“Simbalang dulu, karena ini juga bagian dari pada aspirasi dari masyarakat penambang di sana. Kita coba genjot sampai tahun 2022,” sebut Sunarto Kadengkang.

Kabag Perekonomian dan SDA Setda Hasirwan mengungkapkan dalam mengupayakan WPR Pemda harus menyediakan semua data yang di perlukan termasuk peta wilayah.

“Untuk eksplorasi wilayah yang akang di usulkan menjadi WPR, biayanya cukup besar, dan kita tidak memiliki anggarannya. Namun jika anggaran sudah tersedia Pemkab bisa mengusulkannya,” ungkapnya.

Sementara itu, soal wilayah simbalang yang terkonfirmasi masuk kawasan Hutan Lindung serta disinyalir merupakan lokasi operasional PT Boltim Primanusa Resources, Hasirwan berpendapat bahwa kondisi tersebut tetap memungkinkan untuk pengusulan WPR.

“Sekalipun masuk areal ijin perusahaan, Simbalang bisa di usulkan jadi WPR dengan cara penyayatan lokasi,” jelasnya. (HM)

 

Pos terkait