Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Boltim, Samsudin Dama, didampingi Wakil Ketua DPRD, Medy Lensun. Agenda ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

Pokok-pokok pikiran DPRD merupakan hasil dari penyerapan aspirasi masyarakat yang diperoleh para anggota dewan melalui berbagai kegiatan reses maupun kunjungan kerja di daerah pemilihan masing-masing. Aspirasi tersebut kemudian dirumuskan dan dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam menyusun program pembangunan yang akan dimasukkan dalam RKPD tahun 2027.
Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Boltim, Medy Lensun, mengingatkan pemerintah daerah agar setiap kebijakan yang diambil tetap mengedepankan pertimbangan yang matang, objektif, serta melalui proses pengkajian yang mendalam.
Ia juga menyoroti dinamika yang terjadi pasca pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada), yang menurutnya masih menyisakan ketegangan di tingkat akar rumput. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi beberapa kebijakan pemerintahan apabila tidak disikapi secara bijak dan profesional.

Salah satu contoh yang disampaikan yakni terkait pergantian Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Desa di Desa Modayag III. Menurutnya, hal tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar didasarkan pada kapasitas, kompetensi, serta kebutuhan pelayanan masyarakat, bukan dipengaruhi oleh dinamika politik yang belum sepenuhnya mereda.
Melalui forum paripurna tersebut, ia berharap seluruh elemen pemerintahan dapat bersama-sama menjaga stabilitas pemerintahan daerah serta memastikan setiap kebijakan yang diambil tetap berpihak pada kepentingan masyarakat serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. (Advertorial)
















