DaerahKesehatanMaluku UtaraPemerintahan

Dokter Dewi : Perbedaan 4 Jenis Vaksin dan Khasiatnya

161
×

Dokter Dewi : Perbedaan 4 Jenis Vaksin dan Khasiatnya

Sebarkan artikel ini

LABUHA, PilarAktual.com – Tim vaksin Ruma Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Dokter Dewi Puspitasari, kini mengungkapkan khasiat empat jenis vaksin Untuk digunakan dalam penanganan Covid 19.

Keempat Khasiat itu diantaranya (Sinovac,Astrazeneca, Moderna, Sinopham). Ini tujuannya untuk membentuk antibodi sehingga tubuh manusia mampu melawan virus Corona atau covid-19.

“Dari kempat jenis vaksin tersebut aman digunakan karena manfaatnya membentuk antibodi,” Ungkap Dokter RSUD Labuha (Dokter Vaksin), Dewi Puspitasari, kepada wartawan belum lama ini, Saptu (2/10/2021)

Dijelaskan Dewi, Vaksin Sinovac, Astrazeneza, Moderna dan Sinopham sama semua, karena itu untuk merangsang tubuh membentuk Antibodi terhadap virus Covid 19. Sehingga ketika seseorang terinfeksi virus covid yang asli, maka tubuh sudah lebih siap untuk menghadang (Melawannya).

Baca Juga :  Perkuat Akses Layanan Kesehatan Masyarakat, Bupati Batu Bara Resmikan PUSTU Desa Gunung Rante

“Vaksin Sinovac, Astrazeneza, Moderna maupun Sinopham semuanya sama saja. Intinya vaksin itu aman dan melindungi tubuh manusia,” Akuinya.

Ia menyebutkan, Coronavac, produsen Sinovac research (China). Jenis vaksin virus covid-19 yang dimatikan, sasarannya pada usia 12 tahun (dewasa, lansia dan ibu hamil) dosis 0,5 ML sebanyak 2 dosis dengan rentang waktu 28 hari efikasi 65,3 persen atau efek samping ringan-sedang (Nyeri lokal, bengkak, nyeri otot, demam, sakit kepala, mual),

Kemudian untuk Astrazeneca produsen Oxford University (Inggris) jenis vaksin ini merupakan Adenovirus (vektor virus yg tidak bereplikasi) sasaran mulai 18 tahun keatas (dewasa dan Lansia) dengan dosis 0,5 ML, sebanyak 2 dosis degan rentang waktu 8-12 minggu efikasi 62,1 persen ES atau ringan-sedang (nyeri lokal, bengkak, nyeri otot, demam, sakit kepala, mual, muntah).

Baca Juga :  Tiga Mahasiswa Penerima Beasiswa Kedokteran Boltim Siap Mengabdi, Tanda Tangani Komitmen Bersama Pemkab

Selanjutnya sambung Dewi, Moderna, produsen The National Institutes of Health (USA) jenis vaksin m-RNA (pembawa RNA/genetik virus covid 19) sasaran 18 tahun keatas (dewasa, Lansia, ibu hamil) Dosis 0,5 ml, 2 kali pemberian dengan rentang waktu 28 hari efikasi 94,1 persen efek samping ringan-sedang (nyeri lokal, nyeri otot, nyeri sendi, sakit kepala, menggigil, demam, mual, lemas).

Sedangkan Sinopham kata Dewi merupakan, produsen (China) jenis vaksin virus COVID-19 yang dimatikan/tidak aktif, sasaran usia 18 tahun keatas (dewasa dan Lansia) dosis 0,5 ml sebanyak 2 dosis (2x pemberian) dengan rentang waktu 21 hari efikasi 78 persen efek samping ringan-sedang (nyeri lokal, kemerahan, nyeri otot, sakit kepala, diare).

Baca Juga :  Pengurus PMI Boltim 2026-2031 Resmi Dilantik, Rosita Manoppo-Pobela Siap Perkuat Misi Kemanusiaan

“Sinovac efikasi 65,3 persen, Astrazeneca efikasi 62,1 persen, Moderna efikasi 94,1 persen dan Sinopham efikasi 78 persen. Namun efek samping yang paling berat dari semua vaksin adalah reaksi alergi berat (Anafilaksis) tetapi kasus ini sangat jarang sekali,” paparnya.

Diitambahkan Dewi, vaksin juga aman bagi ibu hamil, sehingga disarankan agar ikut vaksinasi supaya bayinya juga bisa mendapatkan kekebalan bila lahir nanti.

“Bagi ibu hamil dengan umur kehamilan 13 Minggu ( >3 Bulan) sampai umur kehamilan 33 Minggu (8 bulan) juga sudah bisa divaksinasi sehingga bayinya mendapatkan kekebalan bila lahir nanti,” Pungkasnya. (Red)

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow