Manado, PilarAktual.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menghadiri kegiatan penguatan transformasi digital di Provinsi Sulawesi Utara yang dilaksanakan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon) Kelas I Manado, 15 September 2026.
Kepala Diskominfo Boltim, Moh. Rezhah Mamonto, S.Kom., hadir dalam kegiatan yang mempertemukan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di bidang komunikasi dan informatika tersebut.
Forum itu membahas sejumlah kebutuhan dalam pengembangan ekosistem digital, termasuk pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, serta pengelolaan spektrum frekuensi radio.
Bagi pemerintah daerah, penguatan sektor komunikasi menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan publik.
Perkembangan layanan berbasis digital membutuhkan dukungan konektivitas, infrastruktur, sumber daya manusia, serta tata kelola yang berjalan secara beriringan.
Spektrum frekuensi radio juga menjadi salah satu unsur penting dalam ekosistem komunikasi.
Pemanfaatannya perlu dikelola dan diawasi secara tertib agar berbagai layanan komunikasi dapat berjalan sesuai ketentuan.
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi Diskominfo Boltim untuk memperkuat komunikasi dengan Balmon Kelas I Manado, terutama terkait perkembangan kebutuhan komunikasi dan teknologi informasi di daerah.
Moh. Rezhah mengatakan koordinasi lintas instansi diperlukan agar pengembangan teknologi tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Penguatan transformasi digital membutuhkan kolaborasi. Pemerintah daerah memiliki kebutuhan yang harus diselaraskan dengan kebijakan dan dukungan dari pemerintah pusat maupun instansi teknis,” ujarnya.
Menurut dia, penerapan teknologi dalam pemerintahan perlu diarahkan pada kebutuhan nyata.
Sistem digital yang dibangun harus memberikan kemudahan dalam pelayanan sekaligus mendukung penyampaian informasi kepada masyarakat.
“Teknologi harus memberikan manfaat yang bisa dirasakan. Karena itu, pengembangannya perlu memperhatikan kebutuhan pelayanan, kesiapan infrastruktur, maupun kemampuan sumber daya manusia yang mengoperasikannya,” katanya.
Salah satu tantangan yang masih perlu diperhatikan dalam pengembangan layanan digital adalah pemerataan dukungan infrastruktur komunikasi.
Kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat yang berbeda membuat pendekatan digitalisasi tidak selalu dapat diterapkan dengan pola yang sama di setiap daerah.
Selain persoalan infrastruktur, keamanan informasi dan kapasitas aparatur juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan.
Pemerintah membutuhkan kesiapan kelembagaan agar pemanfaatan teknologi dapat berlangsung secara aman dan berkelanjutan.
Dalam hal ini, koordinasi dengan lembaga teknis seperti Balmon menjadi relevan, khususnya dalam aspek pemanfaatan spektrum frekuensi radio dan perkembangan layanan komunikasi.
Bagi Boltim, teknologi informasi juga memiliki peran dalam memperbaiki proses kerja pemerintahan.
Pemanfaatan sistem digital dapat membantu pengelolaan data, mempercepat pertukaran informasi, serta mendukung pelayanan administrasi kepada masyarakat.
Namun, digitalisasi bukan hanya persoalan menghadirkan aplikasi atau memindahkan layanan ke platform daring.
Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat memperoleh akses yang memadai dan aparatur memiliki kemampuan untuk mengoperasikan sistem yang digunakan.
Karena itu, pembahasan mengenai transformasi digital perlu ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas, yakni bagaimana teknologi dapat mendukung tata kelola pemerintahan tanpa mengabaikan aspek akses, keamanan, dan kebutuhan pengguna layanan.
Kehadiran Diskominfo Boltim dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengikuti perkembangan kebijakan dan membangun koordinasi dengan instansi terkait di tingkat provinsi.
Dari sisi pemerintah daerah, komunikasi lintas lembaga diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan sekaligus mencari langkah yang dapat dilakukan secara bersama.
Terlebih, perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan komunikasi terus berubah.
Pemkab Boltim pada akhirnya mengarahkan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pelayanan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan mudah diakses.
Melalui koordinasi yang berkelanjutan, pengembangan sektor komunikasi dan informatika diharapkan tidak berhenti pada aspek teknologi, tetapi dapat terhubung dengan kebutuhan pelayanan pemerintahan dan masyarakat.
Forum yang digelar Balmon Kelas I Manado tersebut menjadi salah satu ruang untuk memperkuat koordinasi itu.
Bagi pemerintah daerah, sinergi dengan lembaga terkait diperlukan agar perkembangan komunikasi dan teknologi informasi dapat berjalan secara tertata serta sesuai kebutuhan daerah.
















