MitraPemerintahanPeristiwa

Bupati Ronald Kandoli Pimpin Upacara HUT RI ke-80 di Minahasa Tenggara

3593
×

Bupati Ronald Kandoli Pimpin Upacara HUT RI ke-80 di Minahasa Tenggara

Sebarkan artikel ini
Bupati Ronald Kandoli Pimpin Upacara HUT RI ke-80 di Minahasa Tenggara

Mitra, PilarAktual.com – Suasana penuh haru dan semangat kebangsaan mewarnai Lapangan Ompi Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara, pada Minggu (17/8/2025).

Ribuan masyarakat dari berbagai pelosok tumpah ruah menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Langit cerah sore itu seakan ikut menyaksikan momentum bersejarah yang diperingati setiap tahun oleh bangsa Indonesia.

Di Minahasa Tenggara, peringatan kemerdekaan terasa semakin istimewa ketika Bupati Ronald Kandoli tampil sebagai Inspektur Upacara dalam detik-detik proklamasi.

Suasana hening tercipta ketika sirine tanda dimulainya detik-detik Proklamasi dikumandangkan. Ribuan pasang mata seketika tertuju ke arah panggung utama.

Khidmat dan Meriah, Begini Suasana HUT ke-80 RI di Minahasa Tenggara

Ketua DPRD Minahasa Tenggara, Sophia Antou, dengan lantang membacakan Teks Proklamasi, yang diikuti dengan pembacaan Teks Pancasila oleh Bupati Ronald Kandoli.

Sementara itu, Asisten I Pemkab Mitra, Jani Rolos, dipercaya membacakan Teks Undang-Undang Dasar 1945.

Momentum sakral tersebut menghadirkan rasa haru sekaligus kebanggaan.

Kehadiran para tokoh agama, tokoh masyarakat, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pejabat pemerintah menambah bobot makna dari upacara tersebut.

Bagi masyarakat, peringatan HUT Kemerdekaan bukan hanya sebatas seremoni tahunan, melainkan simbol penghormatan atas pengorbanan para pahlawan dan momentum mempererat semangat persatuan.

Bupati Minahasa Tenggara, Ronald Kandoli, dalam amanatnya mengingatkan seluruh masyarakat agar menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai pelecut semangat untuk bekerja nyata.

Baca Juga :  Wabup Fredy Tuda Tinjau Gerakan Pangan Murah, Warga Mitra Antusias Berburu Sembako Murah

Semangat Persatuan Menggema di Lapangan Ompi Ratahan pada HUT RI ke-80

Menurutnya, 80 tahun Indonesia merdeka harus dimaknai dengan kontribusi dan karya bagi pembangunan daerah maupun bangsa.

“Semangat perjuangan para pahlawan harus kita lanjutkan dengan menjaga persatuan, gotong royong, dan meningkatkan daya saing Minahasa Tenggara. Kemerdekaan bukan sekadar dirayakan, melainkan diisi dengan kerja nyata,” tegas Kandoli.

Pesan tersebut seakan menggugah kesadaran bersama bahwa kemerdekaan tidak datang dengan mudah.

Ribuan jiwa telah berkorban demi tegaknya Merah Putih.

Kini, tugas generasi penerus adalah menjaga dan mengisinya dengan pembangunan serta persatuan yang kokoh.

Pada sore harinya, Lapangan Ompi kembali menjadi pusat perhatian masyarakat.

Upacara penurunan Sang Merah Putih berlangsung dengan khidmat, dipimpin Wakil Bupati Minahasa Tenggara, Fredy Tuda.

Meriah dan Penuh Makna, Masyarakat Mitra Antusias Rayakan 80 Tahun Kemerdekaan

Suasana senja menambah kesakralan prosesi tersebut. Ribuan warga yang tetap bertahan hingga upacara penurunan berlangsung ikut larut dalam keheningan.

Detik-detik turunnya bendera menjadi penanda bahwa semangat kemerdekaan harus terus terpatri dalam setiap langkah kehidupan masyarakat Minahasa Tenggara.

“Ini bukan sekadar prosesi, melainkan wujud penghormatan dan tekad kita untuk terus menjaga persatuan bangsa,” ujar Fredy Tuda dalam kesempatan itu.

Baca Juga :  RSUD Amurang Gelar Forum Konsultasi Publik 2026, Warga Apresiasi Perubahan Pelayanan Rumah Sakit

Rangkaian peringatan tidak berhenti di lapangan. Pada malam harinya, ruang rapat paripurna DPRD Minahasa Tenggara dipadati undangan dalam acara tos kenegaraan.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh masyarakat, hingga generasi muda. Suasana penuh kebersamaan dan keakraban tampak dari setiap rangkaian acara.

Tos kenegaraan menjadi simbol rasa syukur sekaligus bentuk penghormatan terhadap perjuangan bangsa selama delapan dekade terakhir.

Peringatan HUT RI ke-80 di Minahasa Tenggara, Dari Upacara Hingga Tos Kenegaraan

Ketua DPRD Minahasa Tenggara, Sophia Antou, dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum HUT ke-80 Proklamasi harus menjadi pengingat pentingnya menjaga demokrasi, persatuan, serta semangat gotong royong.

“Perbedaan yang ada di masyarakat tidak boleh memecah belah, justru harus menjadi kekuatan untuk membangun daerah,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara menegaskan bahwa peringatan HUT Proklamasi bukan hanya acara seremonial, melainkan momentum refleksi.

Melalui perayaan ini, Pemkab ingin menanamkan nilai kebangsaan dan memperkuat komitmen pembangunan daerah.

“Peringatan ini adalah wujud rasa syukur kita sekaligus penegasan bahwa Minahasa Tenggara siap melanjutkan pembangunan yang berkeadilan, maju, dan berdaya saing. Semangat 80 tahun Indonesia merdeka harus menjadi fondasi untuk masa depan daerah ini,” ungkap Bupati Ronald Kandoli.

Tak hanya itu, Pemkab juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menghidupkan semangat gotong royong.

Baca Juga :  Pengurus PMI Boltim 2026-2031 Resmi Dilantik, Rosita Manoppo-Pobela Siap Perkuat Misi Kemanusiaan

Persatuan dan kebersamaan menjadi modal utama menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks di era modern.

Kemeriahan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Minahasa Tenggara tidak hanya dirasakan di pusat peringatan, tetapi juga di berbagai desa dan kecamatan.

Berbagai kegiatan mulai dari lomba tradisional, karnaval budaya, hingga doa bersama turut digelar masyarakat sebagai bentuk rasa syukur dan cinta tanah air.

Antusiasme warga, terutama generasi muda, menunjukkan bahwa semangat nasionalisme masih kuat mengakar.

Kehadiran ribuan orang di Lapangan Ompi menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Mitra masih menjadikan Hari Kemerdekaan sebagai perayaan yang penting dan penuh makna.

Peringatan HUT ke-80 Proklamasi Kemerdekaan RI di Minahasa Tenggara ditutup dengan doa bersama untuk bangsa.

Semua yang hadir menyadari, kemerdekaan adalah anugerah yang harus terus dijaga dengan persatuan, kerja keras, dan semangat membangun.

Momentum ini diharapkan tidak hanya meninggalkan kesan khidmat, tetapi juga melahirkan optimisme baru.

Bahwa Minahasa Tenggara dan seluruh masyarakatnya mampu melangkah bersama menuju masa depan yang lebih cerah, adil, dan sejahtera. (Advertorial)

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow