Manado, PilarAktual.com – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah instansi strategis di Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (14/1/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya serius Pemerintah Kabupaten Boltim dalam memperkuat koordinasi lintas lembaga demi mendorong tata kelola keuangan yang akuntabel serta percepatan pembangunan daerah.
Agenda kunjungan diawali di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulut.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Oskar Manoppo didampingi Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Boltim, Samsurizal Korompot.
Rombongan diterima langsung Kepala BKAD Sulut, Clay Dondokambey.
Pertemuan ini menitikberatkan pada penguatan koordinasi pengelolaan keuangan dan aset daerah, termasuk sinkronisasi kebijakan fiskal antara pemerintah provinsi dan kabupaten.
Upaya ini dinilai penting untuk memastikan pengelolaan anggaran daerah berjalan transparan, taat regulasi, serta berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Usai dari BKAD, Bupati Boltim melanjutkan kunjungan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Manado.
Kehadiran Bupati Oskar Manoppo disambut Kepala KPKNL Manado, Adi Suranto, bersama jajaran. Dalam diskusi tersebut, dibahas strategi penataan, penilaian, dan optimalisasi aset daerah agar memiliki nilai tambah serta dapat dimanfaatkan secara produktif untuk kepentingan pembangunan daerah.
Rangkaian kunjungan kerja kemudian ditutup di Kantor Pusat Bank SulutGo (BSG). Bupati Oskar Manoppo bersama anggota DPRD Kabupaten Boltim diterima Komisaris Utama BSG, Ramoy Markus Luntungan, beserta jajaran manajemen.
Pertemuan ini membahas penguatan kemitraan strategis antara Pemkab Boltim dan BSG, khususnya dalam mendukung program pembangunan, peningkatan layanan perbankan, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Bupati Oskar Manoppo menegaskan bahwa rangkaian kunjungan ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Boltim dalam membangun komunikasi dan kolaborasi yang berkelanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Sinergi antarlembaga menjadi fondasi utama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat Bolaang Mongondow Timur,” tegasnya.
















