Bupati Batu Bara Nyatakan Siap Orang Pertama Divaksin

  • Whatsapp

BATU BARA, PilarAktual.com – Saya menyatakan bahwa saya siap sebagai orang yang pertama di Kabupaten Batu Bara untuk divaksin Covid-19 bersama para pejabat publik essensial dan tenaga Kesehatan yang ada di Kabupaten Batu Bara.

Demikian pernyataan pertama yang disampaikan Bupati Batu Bara pada acara Simulasi vaksinasi Covid 19 yang berlangsung di Aula rumah Dinas Bupati, Komplek Perumahan Inalum Tanjung Gading, Kecamatan Seisuka, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Selasa (02/02/2021).

Bacaan Lainnya

Pada acara simulasi ini, turut hadir Unsur Forkompimda Kabupaten Batu Bara, kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera utara dr. Alwi Hasibuan, M.Kes, Kadis Kesehatan Batu Bara, direktur RSUD, kepala Puskesmas se – kab. Batu Bara dan para tim Vaksinator Kabupaten Batu Bara.

Bupati Zahir menyampaikan, sebelum pemberian vaksin Covid 19 diberikan pada tanggal 4 Februari 2021 mendatang, Pemerintah Kabupaten Batu Bara perlu menyiapkan beberapa hal yang penting.

Diantaranya kata dia, menyiapkan pengamanan vaksin yang datang dari Provinsi Sumatera utara ke Kabupaten Batu Bara. Pengamanan ini lanjutnya, sangat perlu agar tidak adanya terjadi sabotase. Yang kedua katanya lagi, harus dipersiapkan tim vaksinator yang terlatih dan menyediakan tempat yang nyaman, untuk melayani penerima vaksin.

” Hal ini bertujuan, masyarakat yang diberikan vaksin merasa nyaman dan tidak takut diberikan vaksin Covid 19,” imbuh Zahir yang merupakan Politisi dari PDIP ini.

Sebelumnya, dalam simulasi ini kepala dinas Provinsi Sumatera dr Alwi menyampaikan, pemberian vaksin kepada seluruh masyarakat Indonesia ditargetkan selesai dalam satu tahun. Sehingga penurunan angka positif covid 19 menurun.

Jika masyarakat menolak untuk divaksin kata Alwi, maka sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan (UU KK) dalam rasio legis Pasal 15 ayat (2) jo Pasal 93 menghasilkan makna bahwa setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan (vaksinasi bagian dari Kekarantinaan Kesehatan, Lihat Pasal 15 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp.100.000.000 (seratus juta rupiah).

” Tapi saya berharap kepada semua pihak agar bersedia divaksin, yang berguna untuk saling menjaga keluarga dan menjaga perekonomian negara ini,” ujar dr. Alwi. (HSR)

Pos terkait