Boltim, PilarAktual.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Provinsi Sulawesi Utara pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV yang berlangsung di Manokwari, Papua Barat, pada 18ā28 Juni 2026.
Kontingen Bumi Nyiur Melambai sukses dinobatkan sebagai Juara Umum setelah tampil gemilang dengan menyabet empat gelar juara kategori utama sekaligus meraih predikat Champions Grand Prix, penghargaan tertinggi dalam kompetisi tersebut.
Atas pencapaian itu, Sulawesi Utara berhak membawa pulang Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia dan Piala Menteri Agama RI, yang diserahkan langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, pada malam penutupan, Minggu (28/6/2026).
Prosesi penyerahan penghargaan turut disaksikan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Jeane M. Tulung.
Kesuksesan Sulawesi Utara tidak lepas dari kontribusi berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), yang turut menjadi bagian penting dalam perjalanan kontingen hingga berhasil meraih prestasi tertinggi di tingkat nasional.
Pada ajang tersebut, Sulawesi Utara berhasil menjadi juara pada empat kategori utama, yakni Paduan Suara Dewasa Campuran, Musik Gerejawi Nusantara, Paduan Suara Pria, dan Paduan Suara Wanita. Dominasi itu semakin lengkap setelah kontingen Sulut dinobatkan sebagai peraih Grand Prix, penghargaan yang diberikan kepada kontingen dengan penampilan terbaik secara keseluruhan.
Salah satu kontribusi nyata datang dari Kabupaten Bolaang Mongondow Timur melalui Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Boltim yang dipimpin Medy Lensun ST.
Delegasi musik gereja asal Boltim mendapat kepercayaan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk mewakili daerah pada kategori Musik Pop Gereja.
Kepercayaan tersebut mampu dijawab dengan penampilan terbaik. Tim asal Boltim berhasil mempersembahkan medali Silver I, sekaligus menjadi salah satu penyumbang prestasi bagi kontingen Sulawesi Utara dalam ajang nasional tersebut.
Bupati Bolaang Mongondow Timur, Oskar Manoppo SE MM, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh peserta, pelatih, pendamping, serta pengurus LPPD yang telah bekerja keras mempersiapkan kontingen hingga mampu memberikan hasil terbaik.
Menurut Oskar Manoppo, kepercayaan yang diberikan kepada Boltim merupakan kebanggaan sekaligus bukti bahwa kualitas sumber daya manusia di bidang musik gerejawi dari daerah tersebut mampu bersaing di tingkat nasional.
“Kepercayaan yang diberikan kepada Boltim merupakan sebuah kehormatan. Pembuktian lewat andil nyata ini mempertegas bahwa talenta musikalitas di Boltim mampu bersaing di level nasional dan menjadi bagian integral dari kejayaan Sulawesi Utara,” ujar Oskar.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur, Argo V. Sumaiku, menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, serta semangat kebersamaan seluruh anggota kontingen selama menjalani proses latihan hingga tampil di panggung nasional.
Ia berharap prestasi yang diraih dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Boltim untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang seni musik gerejawi sekaligus mengharumkan nama daerah pada berbagai kompetisi mendatang.
“Perjuangan rekan-rekan musisi gereja Boltim dalam ajang ini adalah inspirasi bagi kita semua.
Prestasi Silver I ini menjadi modal besar untuk pembinaan bakat ke depan. Kami akan terus memfasilitasi agar bakat-bakat musik di daerah kita semakin terasah dan siap tampil di panggung-panggung nasional lainnya,” kata Argo.
Keberhasilan Sulawesi Utara menjadi Juara Umum Pesparawi Nasional XIV disambut penuh sukacita oleh masyarakat di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Sulawesi Utara, tetapi juga membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, pelatih, dan para peserta mampu menghasilkan prestasi di tingkat nasional.
Capaian ini diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkuat pembinaan seni paduan suara gerejawi, melahirkan talenta-talenta baru, serta mempererat semangat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan antarumat beragama melalui seni musik gereja.
















