MitraPeristiwa

Bangkai Hewan Babi Berserahkan di Kawasan Gunung Potong Mitra

605
×

Bangkai Hewan Babi Berserahkan di Kawasan Gunung Potong Mitra

Sebarkan artikel ini
Bangkai Hewan Babi Berserahkan di Kawasan Gunung Potong Mitra

Mitra, PilarAktual.com – Aksi tak terpuji dilakukan sejumlah oknum warga dengan membuang bangkai ternak Babi dikawasan Hutan Gunung Potong Desa Pangu, Kecamatan Ratahan Timur, Kabupaten Minahasa Tenggara.

Kondisi diketahui warga pada Minggu (4/6/2023), tepatnya disalah satu titik samping jalan raya kawasan Gunung Potong Desa Pangu yang menjadi jalur ramai aktifitas kendaraan.

Bahkan didapati bangkai yang dibuang lebih dari satu ekor dengan ukuran besar.

Marvel Pandaleke selaku generasi muda Desa Pangu menyebut jika aksi buang bangkai Babi dikawasan Hutan yang notabene wilayah publik adalah tindakan tidak terpuji bahkan tindakan yang dilakukan oknum yang tidak bermoral.

Dia bahkan mensinyalir, beberapa ekor bangkai Babi yang dibuang adalah Babi yang mati karena virus ASF yang saat ini menjadi wabah ternak.

Baca Juga :  Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Ronald Kandoli Salurkan Bonus Atlet Rp300 Juta

“Saya tidak habis pikir jika ada orang yang punya pikiran dan tidakan seperti itu. Ini bagi saya pencemaran luar biasa, sebab bisa jadi babi yang dibuang sudah terjangkit virus. Selain menimbulkan bau busuk, tetapi juga ancaman penyebaran virus yang lebih meluas,” ujar Marvel.

Atas tindakan ini, Marvel juga menyebut jika aksi pencemaran lingkungan adalah tindakan pidana sebagaimana diatur dalam Undang-undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH).

“Ancamannya pidana 3 Tahun dan Denda 3 Miliar. Ini tidak saja berlaku bagi perusahaan tetapi juga objeknya adalah setiap orang sesuai pasal 104 UU PPLH,” terang Marvel.

Dia juga mendesak aparat untuk menindaklanjuti kasus ini, terlebih ini menyakut juga gangguan kenyamanan dan kesehatan warga.

Baca Juga :  Kapolres Mitra Sambangi SMKN 1 Ratahan, Edukasi Siswa soal Narkoba dan Tertib Lalu Lintas

“Ini sama saja menyebarkan virus dan mengancam para peternak babi,” pungkasnya.

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow