HUT RI PEMKAB HALSEL

Bahrain Kasuba dan Iswan Hasim Mangkir dari Panggilan Polda Malut

MALUT, PilarAktual.com – Mantan Bupati Halmahera Selatan Bahrain Kasuba dan Wakil Bupati, Iswan Hajim mangkir dari panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara.

Keduanya tidak memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi anggaran operasional bupati dan wakil bupati Halmahera Selatan tahun 2021 sebesar Rp 4,2 miliar.

Selain Bahrain dan Iswan, Polda Maluku Utara juga melakukan pemanggilan 7 saksi diantaranya, yakni mantan Sekda Kabupaten Halmahera Selatan, Helmi Surya Bututihe, Nurlela Muhammad yang merupakan istri Bahrain Kasuba, Junaidi Hajim selaku mantan Bendahara Kesekartariatan, Sahima Kasuba selaku mantan Kabag Umum, Ilham Abubakar selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Husen Assor selaku mantan bendahara wakil bupati.

Dari 7 saksi yang dipanggil hanya Husen Assor yang memenuhi panggilan pemeriksaan, sedangkan 6 saksi lainya mangkir dari panggilan polisi tanpa memberi alasan. Sedianya para saksi tersebut diperiksa pukul 10.00 WIT.

Pantauan di lapangan, mantan bendahara Iswan Hajim itu mendatangi kantor Ditreskrimsus Polda Maluku Utara mengunakan sepada motor.

Tak lama kemudian, terlihat Husen Assor yang berstatus saksi keluar dari kantor tersebut dan langsung bergegas pergi.  Saat dicegat wartawan di depan Kantor Ditreskrimsus Polda Maluku Utara, Jumat (7/1/2022), Husen Assor tidak mau memberikan keterangan saat dicecar pertanyaan.

“Nanti tanya di dalam (penyidik) saja ,” Katanya singkat.

Diketahui, Anggaran operasional tersebut melekat pada Sekretariat Daerah Kabupaten Halmahera Selatan, periode Januari sampai Mei 2021 senilai Rp 4.057.151.000. Saat itu adalah masa akhir kepemimpinan Bupati Bahrain Kasuba dan Wakil Bupati Iswan Hasjim. (D/Red)