Boltim, PilarAktual.com – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo menegaskan tidak boleh ada diskriminasi politik dalam pelaksanaan Pemilihan Sangadi (Pilsang) Serentak 2026.
Seluruh panitia diminta bekerja secara profesional, netral, dan adil demi memastikan proses demokrasi di tingkat desa berjalan sesuai ketentuan.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Oskar Manoppo saat membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Panitia Pemilihan Sangadi Tahun 2026 di Aula Lantai III Kantor Bupati Boltim, Rabu (28/10/2026).
Dalam sambutannya, Bupati mengatakan, bimtek tersebut menjadi langkah penting untuk mempersiapkan penyelenggaraan Pilsang yang tertib, transparan, dan berintegritas.
Pemahaman terhadap aturan serta kesiapan panitia dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan setiap tahapan pemilihan.
Menurut dia, Pilsang bukan sekadar agenda pemilihan pemimpin desa, melainkan proses demokrasi yang menuntut kesiapan dan tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat.
Kualitas pelaksanaannya, kata Bupati, sangat bergantung pada ketepatan perencanaan, pemahaman terhadap regulasi, serta keputusan yang diambil berdasarkan ketentuan perundang-undangan.
“Penyelenggaraan Pemilihan Sangadi harus kita tempatkan sebagai proses demokrasi yang membutuhkan kesiapan, integritas, dan tanggung jawab dari seluruh pihak yang terlibat,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa panitia memiliki peran strategis dalam memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan, mulai dari persiapan, pencalonan, pemungutan suara, hingga penyelesaian tugas kepanitiaan.
Karena itu, setiap anggota panitia diminta menjalankan tugas secara profesional, proporsional, jujur, adil, serta tidak memihak kepada bakal calon tertentu.
Ia menekankan pentingnya memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh bakal calon, terutama dalam proses pemeriksaan persyaratan dan pengambilan keputusan.
“Laksanakan tugas berdasarkan aturan dan kewenangan yang telah ditetapkan. Berikan pelayanan yang sama kepada setiap bakal calon, jaga objektivitas dalam pemeriksaan persyaratan, dan pastikan setiap keputusan memiliki dasar yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Bupati Minta Panitia Hindari Keberpihakan Politik
Salah satu perhatian utama Bupati Oskar Manoppo adalah potensi terbawanya perbedaan pilihan politik dari pelaksanaan Pilkada sebelumnya ke dalam proses Pilsang 2026.
Ia meminta seluruh panitia mengakhiri segala bentuk dikotomi politik yang berpotensi memengaruhi pelaksanaan pemilihan.
Menurutnya, perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadi alasan untuk memberikan perlakuan berbeda kepada bakal calon.
Bupati bahkan menyoroti kemungkinan munculnya stigma di tengah masyarakat bahwa panitia dapat menggugurkan atau menghambat bakal calon Sangadi karena dianggap tidak sejalan dengan dirinya maupun Wakil Bupati.
“Saya tidak ingin lagi mendengar adanya stigma negatif di tengah masyarakat bahwa panitia akan menggugurkan atau menghambat bakal calon Sangadi hanya karena dianggap tidak sejalan dengan saya dan Wakil Bupati. Saya tegaskan, tidak boleh ada diskriminasi politik dalam pelaksanaan Pemilihan Sangadi Serentak Tahun 2026,” katanya.
Selain menjaga netralitas, panitia juga diminta tidak memberikan janji kepada pihak tertentu, tidak menyebarkan informasi yang menguntungkan salah satu calon, serta menghindari tindakan yang dapat menimbulkan kesan keberpihakan.
Bupati turut mengingatkan pentingnya keterbukaan informasi agar kabar yang tidak benar tidak berkembang menjadi kecurigaan di tengah masyarakat.
Pilsang Diharapkan Berlangsung Damai
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh pihak bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan suasana kondusif selama pelaksanaan Pilsang Serentak 2026 di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Ia juga mengingatkan bahwa persatuan masyarakat harus tetap terjaga meskipun terdapat perbedaan pilihan dalam pemilihan.
Sangadi yang nantinya terpilih diharapkan mampu merangkul seluruh elemen masyarakat dan menjalankan pemerintahan desa untuk kepentingan bersama, tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik warga.
Bupati pun meminta seluruh peserta bimtek mengikuti materi dengan sungguh-sungguh agar memiliki pemahaman yang memadai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Dengan kesiapan panitia, penerapan aturan secara konsisten, dan komitmen menjaga netralitas, pelaksanaan Pilsang Serentak 2026 di Boltim diharapkan berlangsung aman, tertib, damai, serta menghasilkan pemimpin desa yang memperoleh kepercayaan masyarakat.
















