Kotamobagu, PilarAktual.com – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, menegaskan pentingnya penguatan peran Tim Pembina Posyandu untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan Kabupaten Boltim Tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Sutan Raja, Kotamobagu, Kamis (15/10/2026). Bupati Oskar hadir didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Boltim, Ny. Rosita Manoppo-Pobela.
Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan itu, di antaranya Ketua dan anggota DPRD Boltim, Sekretaris Daerah M. Iksan Pangalima, para pejabat pimpinan tinggi pratama, kepala puskesmas, narasumber, panitia pelaksana, serta seluruh peserta Bimtek.
Dalam sambutannya, Oskar Manoppo menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas Tim Pembina Posyandu dalam mendukung pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Menurut dia, Posyandu memiliki posisi penting sebagai salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat.
Keberadaannya menjadi sarana untuk memperkuat pencegahan penyakit, memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, meningkatkan kesehatan ibu, serta memberikan edukasi kesehatan kepada keluarga.
“Posyandu merupakan salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat,” ujar Oskar.
Ia menjelaskan, peran Posyandu saat ini semakin luas seiring dengan transformasi pelayanan kesehatan primer.
Pelayanan Posyandu tidak lagi hanya berorientasi pada kesehatan ibu dan anak, tetapi diarahkan untuk menjangkau masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Cakupan pelayanan tersebut meliputi bayi, balita, anak usia sekolah, remaja, kelompok usia produktif, hingga lanjut usia. Pendekatan sepanjang siklus hidup ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Dengan cakupan yang lebih luas, kebutuhan kesehatan masyarakat diharapkan dapat teridentifikasi sejak dini.
Upaya edukasi dan pencegahan penyakit pun dapat dilakukan secara lebih terarah, terpadu, dan berkesinambungan.
Oskar Manoppo menilai perubahan fungsi tersebut harus diikuti dengan kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan Posyandu.
Dalam hal ini, Tim Pembina Posyandu memiliki peran penting untuk memastikan pelaksanaan dan pembinaan berjalan secara terkoordinasi, terarah, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Karena itu, Bimtek tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta dalam menjalankan tugas pembinaan.
Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, pemerintah desa, puskesmas, kader Posyandu, dan unsur lintas sektor lainnya.
Bupati juga mengingatkan agar hasil Bimtek tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta. Materi yang diperoleh harus diterapkan melalui pembinaan di lapangan, evaluasi berkala, serta pendampingan yang berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Boltim menargetkan Posyandu semakin aktif, mudah dijangkau masyarakat, didukung kader yang kompeten, dan terintegrasi dengan pelayanan kesehatan di puskesmas.
Sebelum membuka kegiatan secara resmi, Oskar meminta seluruh peserta mengikuti Bimtek dengan serius, aktif berdiskusi, serta menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan Posyandu di wilayah masing-masing.
Ia berharap para peserta dapat merumuskan solusi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah sehingga penguatan Posyandu dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Boltim.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Oskar Manoppo dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”.
Melalui pelaksanaan Bimtek ini, Pemkab Boltim berharap sinergi antarinstansi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan semakin kuat demi mewujudkan pelayanan kesehatan masyarakat yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan.
















