Manado, PilarAktual.com – Suasana khidmat menyelimuti kawasan Pohon Kasih, Megamas, Manado, saat ribuan umat Kristiani menghadiri Ibadah Paskah Nasional Gereja-Gereja di Sulawesi Utara, Rabu (8/4/2026).
Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga simbol kuat persatuan lintas gereja di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
Bupati Minahasa Tenggara, Ronald Kandoli, hadir langsung dalam ibadah tersebut bersama Sekretaris Daerah David H. Lalandos dan Ketua Dharma Wanita Lingkan Lalandos Mumekh.
Kehadiran mereka mencerminkan dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan yang mempererat nilai kebersamaan dan spiritualitas masyarakat.
Dalam nuansa Paskah yang sarat makna, ibadah berlangsung dengan penuh penghayatan.
Lagu-lagu pujian dan doa yang dipanjatkan menggambarkan rasa syukur atas pengorbanan dan kebangkitan Kristus, sekaligus memperkuat semangat persaudaraan di antara umat.
Kegiatan ini menjadi lebih istimewa dengan kehadiran Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, bersama sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk jajaran pemerintah provinsi dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Selain itu, tampak pula para bupati dan wali kota se-Sulawesi Utara, tokoh agama, serta tokoh masyarakat yang turut ambil bagian dalam perayaan tersebut.
Dalam konteks kebangsaan, perayaan Paskah ini memiliki makna yang lebih luas.
Tidak hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai refleksi nilai-nilai universal seperti kasih, pengorbanan, dan pengharapan.
Nilai-nilai ini dinilai relevan dalam memperkuat kohesi sosial di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bupati Ronald Kandoli dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa momentum Paskah harus dimaknai sebagai ajakan untuk terus menjaga persatuan dan meningkatkan kepedulian sosial.
Ia menekankan pentingnya semangat melayani dan saling menguatkan, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang ada saat ini.
“Ibadah Paskah ini menjadi pengingat bahwa kekuatan iman harus diwujudkan dalam tindakan nyata, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam satu perayaan besar ini menunjukkan bahwa harmoni antarumat beragama di Sulawesi Utara tetap terjaga dengan baik.
Tradisi toleransi yang telah lama mengakar menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas dan kedamaian daerah.
Pohon Kasih yang menjadi lokasi kegiatan pun memiliki simbol tersendiri sebagai ruang kebersamaan dan toleransi.
Di tempat ini, berbagai perbedaan latar belakang melebur dalam satu tujuan, yakni memperingati kebangkitan Kristus dengan penuh sukacita dan harapan baru.
Dengan semangat Paskah, diharapkan seluruh umat dapat terus memperkuat iman, menjaga persatuan, dan berkontribusi positif dalam pembangunan bangsa.
Perayaan ini menjadi bukti bahwa nilai spiritual mampu menjadi perekat yang kuat dalam kehidupan sosial.
















