Manado, PilarAktual.com – Bupati Bolaang Mongondow Timur Oskar Manoppo menghadiri Konsolidasi Pendidikan Dasar dan Menengah Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026 yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulut, Jumat (27/2/2026).
Forum strategis ini mempertemukan para kepala daerah dan pemangku kepentingan pendidikan untuk menyamakan arah kebijakan peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Kegiatan yang mengusung tema “Mapalus Memperkuat Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua di Sulawesi Utara” tersebut menjadi ruang konsolidasi lintas sektor dalam menjawab tantangan pendidikan dasar dan menengah.

Agenda ini juga diarahkan agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 menuju visi Indonesia Emas 2045.
Konsolidasi secara resmi dibuka oleh Abdul Kahar, Widyaprada Ahli Utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mewakili Menteri Pendidikan RI.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memperluas pemerataan akses pendidikan yang berkualitas.

Menurutnya, implementasi program wajib belajar 13 tahun telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan angka partisipasi pendidikan dasar.
Namun, tantangan ke depan adalah memastikan ketersediaan layanan pendidikan menengah dan pendidikan prasekolah yang inklusif, terjangkau, dan bermutu, terutama di wilayah-wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.
Pemerintah pusat, lanjut Abdul Kahar, menargetkan revitalisasi sedikitnya 60 ribu sekolah pada tahun 2026.
Setiap sekolah akan dilengkapi tambahan tiga unit Interactive Flat Panel (IFP), sehingga total tersedia empat unit per sekolah untuk mendukung pembelajaran berbasis digital.

Program ini akan diiringi peningkatan kompetensi guru serta penguatan tata kelola sekolah agar transformasi digital berjalan efektif.
Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan sekolah terintegrasi di setiap kecamatan, mulai dari jenjang SD hingga SMA dalam satu kawasan pendidikan.
Program tersebut ditargetkan menjangkau 7.281 kecamatan di seluruh Indonesia.
Pembangunan fisik akan dibiayai pemerintah pusat, sementara pemerintah daerah diminta menyiapkan lahan dan menyampaikan usulan paling lambat 2 Maret 2026.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Oskar Manoppo menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dalam menjadikan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan daya saing daerah di masa depan.
“Pemerintah daerah siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan provinsi, baik melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik, pemenuhan sarana dan prasarana, maupun pembenahan manajemen sekolah,” ujar Oskar.
Ia berharap hasil konsolidasi tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi melahirkan kebijakan yang implementatif, terukur, dan berdampak langsung bagi peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Kegiatan konsolidasi ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh para kepala daerah dan pemangku kepentingan sebagai bentuk keseriusan mendukung transformasi pendidikan di Sulawesi Utara. (Advertorial)
















