Nama Oskar Manoppo kini menjadi salah satu figur penting dalam dinamika pemerintahan daerah di Sulawesi Utara.
Sejak 20 Februari 2025, ia resmi menjabat sebagai Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), melanjutkan pengabdiannya setelah sebelumnya mengemban amanah sebagai Wakil Bupati selama satu periode penuh, dari 26 Februari 2021 hingga 19 Februari 2025.
Perjalanan Oskar Manoppo menuju kursi kepala daerah tidak terjadi secara instan.
Ia dikenal sebagai birokrat tulen yang meniti karier dari bawah, sebelum akhirnya mengambil keputusan besar dengan mengundurkan diri sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) demi mengikuti kontestasi Pilkada Bolaang Mongondow Timur 2020.
Langkah tersebut menandai transformasi Oskar dari aparatur pemerintahan menjadi politisi aktif.
Dari Birokrat ke Kepala Daerah
Lahir pada 12 Januari 1972, Oskar Manoppo menghabiskan sebagian besar hidup profesionalnya di dunia birokrasi. Kariernya dimulai pada tahun 2000 sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) di Kabupaten Bolaang Mongondow.
Tiga tahun berselang, ia resmi diangkat menjadi PNS dan mulai menduduki berbagai jabatan strategis di sektor keuangan daerah.
Pengalaman panjang di bidang anggaran, akuntansi, dan pengelolaan keuangan daerah menjadi modal utama yang membentuk karakter kepemimpinan Oskar.
Ia dikenal memahami detail tata kelola fiskal daerah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban anggaran.
Seiring dengan pemekaran wilayah dan berdirinya Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Oskar dipercaya mengisi sejumlah posisi penting, termasuk Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Kepala Badan Keuangan, hingga Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD).
Puncak karier birokrasi Oskar tercapai saat ia ditunjuk sebagai Penjabat (pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur pada periode 30 Agustus hingga 30 November 2019.
Jabatan tersebut mengukuhkan posisinya sebagai salah satu birokrat paling berpengaruh di lingkup pemerintahan daerah Boltim kala itu.
Keputusan Mundur dari PNS dan Pilkada 2020
Tahun 2020 menjadi titik balik dalam perjalanan hidup Oskar Manoppo.
Dengan pertimbangan matang, ia memilih mengundurkan diri dari status PNS, sebuah keputusan yang tidak mudah mengingat masa pengabdiannya yang panjang di birokrasi.
Keputusan tersebut diambil untuk membuka jalan mengikuti Pemilihan Kepala Daerah Bolaang Mongondow Timur.
Oskar menilai bahwa pengabdiannya kepada masyarakat dapat diperluas melalui jalur politik elektoral.
Langkah itu terbukti tepat, karena ia berhasil memenangkan kontestasi dan dilantik sebagai Wakil Bupati Boltim pada Februari 2021.
Selama menjabat Wakil Bupati, Oskar berperan aktif dalam penguatan tata kelola pemerintahan, sinkronisasi program pembangunan, serta pengelolaan keuangan daerah yang lebih transparan dan akuntabel.
Menjabat sebagai Bupati Bolaang Mongondow Timur
Pada 20 Februari 2025, Oskar Manoppo resmi dilantik sebagai Bupati Bolaang Mongondow Timur.
Pengalaman panjangnya di birokrasi dan pemerintahan menjadi bekal utama dalam memimpin daerah yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, pertambangan, dan sumber daya alam.
Sebagai bupati, Oskar membawa visi pemerintahan yang menekankan pada efisiensi anggaran, pelayanan publik yang profesional, serta pembangunan berkelanjutan.
Fokus tersebut sejalan dengan latar belakangnya sebagai mantan pejabat pengelola keuangan daerah.
Kehidupan Pribadi dan Latar Belakang Keluarga
Di luar aktivitas pemerintahan, Oskar Manoppo dikenal sebagai pribadi religius. Ia memeluk agama Islam dan menjalani kehidupan keluarga yang harmonis.
Oskar menikah dengan Rosita Pobela, S.E., M.Si, yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dari pernikahan tersebut, Oskar dan Rosita dikaruniai tiga orang anak.
Keluarga menjadi salah satu pilar penting dalam kehidupan Oskar, sekaligus sumber motivasi dalam menjalankan tugas-tugas publiknya.
Peran Politik dan Kepartaian
Dalam dunia politik, Oskar Manoppo saat ini dipercaya sebagai Wakil Ketua Partai Demokrat Sulawesi Utara.
Selain itu, ia juga menjabat sebagai Koordinator Wilayah Bolaang Mongondow Raya untuk pemenangan Partai Demokrat.
Peran tersebut menempatkan Oskar sebagai salah satu figur strategis dalam penguatan struktur dan elektabilitas Partai Demokrat di kawasan Bolaang Mongondow Raya.
Keterlibatannya di partai berjalan seiring dengan posisinya sebagai kepala daerah, dengan tetap menjaga prinsip profesionalisme dan etika pemerintahan.
Riwayat Pendidikan
Pendidikan menjadi fondasi penting dalam perjalanan karier Oskar Manoppo.
Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Sulawesi Utara, sebelum melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.
SD Negeri 1 Togid (1979–1985)
SMP Negeri Kotabunan (1986–1989)
SMA Negeri Bitung (1990–1992)
STIE Swadaya Manado (S1) (2000–2004)
Universitas WR. Supratman Surabaya (S2) (2011–2013)
Latar belakang pendidikan ekonomi dan manajemen tersebut memperkuat kompetensinya dalam mengelola keuangan dan organisasi pemerintahan.
Pengalaman Organisasi
Selain karier birokrasi dan politik, Oskar Manoppo juga aktif dalam berbagai organisasi sosial dan kemasyarakatan. Ia tercatat sebagai:
Bendahara PBNU Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
Wakil Ketua ANSOR Sulawesi Utara
Keterlibatan ini mencerminkan peran Oskar dalam kehidupan sosial dan keagamaan, sekaligus memperluas jejaring komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Figur Teknis dengan Pendekatan Praktis
Dengan latar belakang teknokrat dan pengalaman panjang di pemerintahan, Oskar Manoppo dikenal sebagai pemimpin yang detail-oriented, memahami proses administrasi, serta mengedepankan pendekatan berbasis data dalam pengambilan keputusan.
Kombinasi pengalaman birokrasi, kepemimpinan politik, serta kedekatan dengan masyarakat menjadikan Oskar salah satu kepala daerah yang diperhitungkan di Sulawesi Utara.
















