Minsel, PilarAktual.com – Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) Aliansi Kebangsaan Indonesia (ASKAINDO) Sulawesi Utara (Sulut) turut mendampingi perwakilan petani nilam dalam menyikapi fluktuasi harga minyak nilam yang terus terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Harga yang cenderung menurun memicu kekhawatiran para petani, yang akhirnya meminta pendampingan untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada perusahaan terkait.
Ketua ASKAINDO Sulut, Noldy Poluakan, mengungkapkan bahwa pihaknya awalnya menerima permintaan dari petani nilam untuk menggelar aksi damai.
Namun, demi mengedepankan asas musyawarah dan mufakat, ASKAINDO memilih jalur komunikasi terlebih dahulu dengan pihak manajemen PT Van Aroma, salah satu perusahaan yang bergerak di industri minyak nilam.
“Kami lebih mengutamakan penyelesaian melalui dialog, sehingga kami berkoordinasi dengan PT Van Aroma agar petani nilam bisa menyampaikan aspirasi mereka secara langsung,” ujar Poluakan, Jumat (1/3).
Menurutnya, ASKAINDO Sulut merasa bertanggung jawab dalam mengadvokasi persoalan sosial, khususnya yang berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat.
Naik-turunnya harga minyak nilam berpengaruh besar pada pendapatan petani, sehingga perlu ada keterbukaan dan transparansi dari pihak industri terkait.
“Kami hadir untuk memastikan kepentingan petani terakomodasi dengan baik. Dalam AD/ART organisasi, salah satu tugas kami adalah membantu menyelesaikan permasalahan sosial masyarakat, baik individu maupun kelompok, melalui musyawarah dan mediasi,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, PT Van Aroma menunjukkan sikap terbuka terhadap aspirasi petani.
Poluakan mengapresiasi langkah perusahaan yang tidak hanya bersedia berdiskusi, tetapi juga mengajak ASKAINDO dan petani melihat langsung gudang penyimpanan minyak nilam mereka.
“Kami datang dengan tujuan murni untuk mencari kejelasan dan memperjuangkan kepentingan petani nilam. Kami menegaskan bahwa ASKAINDO tidak ditunggangi kepentingan bisnis tertentu atau kompetitor lain,” tegas Poluakan.
Sementara itu, pihak PT Van Aroma melalui manajemen menyampaikan rasa terima kasih kepada ASKAINDO Sulut atas perannya dalam memediasi persoalan ini.
Perusahaan juga menegaskan bahwa mereka tidak melakukan praktik yang merugikan petani, termasuk manipulasi harga.
“Kami sangat menghargai petani nilam Sulawesi Utara, karena mereka adalah bagian dari keluarga besar kami. Tanpa petani, kami tidak bisa berjalan. Kami ingin membangun hubungan yang saling menguntungkan, sehingga kesejahteraan petani juga meningkat,” ungkap perwakilan manajemen PT Van Aroma.
Di sisi lain, salah satu perwakilan petani nilam, Wink, menyatakan rasa syukur atas adanya mediasi ini.
Menurutnya, langkah ASKAINDO dan PT Van Aroma memberikan harapan baru bagi petani nilam di Sulawesi Utara.
“Kami sangat berterima kasih kepada ASKAINDO Sulut yang telah membantu kami menyuarakan keresahan ini. Juga kepada PT Van Aroma yang telah menerima kami dengan baik dan beritikad mencari solusi bersama,” ujarnya.
Dengan pertemuan ini, diharapkan ada komunikasi yang lebih baik antara petani dan pihak industri, sehingga permasalahan harga minyak nilam dapat menemukan solusi yang lebih adil dan transparan.
















