Mitra, PilarAktual.com – Memperingati Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) menyuguhkan rangkaian acara yang penuh semangat dan antusiasme.
Pawai pembangunan, yang telah menjadi tradisi tahunan di wilayah ini, kembali digelar dengan mengusung tema “Merdeka, Menuju Indonesia Emas”.
Ratusan kendaraan hias, yang mencerminkan semangat kebersamaan dan nasionalisme, turut ambil bagian dalam pawai tersebut.
Tidak hanya diikuti oleh para tokoh pemerintahan setempat, pawai ini juga melibatkan berbagai elemen masyarakat Kabupaten Minahasa Tenggara.
Warga dari berbagai kecamatan, seperti Silian Raya, Touluaan, Tombatu, Tombatu Utara, Tombatu Timur, Pasan, Ratahan, Ratahan Timur, hingga Belang, berbondong-bondong menyaksikan kemeriahan pawai ini dari dekat.
Rute pawai pembangunan tahun ini dimulai dari Kecamatan Silian Raya dan berakhir di Kecamatan Belang.
Bupati Minahasa Tenggara, Ir. Ronald Sorongan, secara langsung melepas para peserta dari garis start.
Setelah itu, Bupati Sorongan juga turut hadir di garis finish untuk menyambut para peserta di depan Kantor Camat Belang.
Pawai ini menampilkan berbagai kreasi yang memukau, mulai dari kostum-kostum unik hingga kendaraan hias yang dihiasi ornamen khas kemerdekaan.
Di sepanjang rute, peserta pawai dihibur dengan lagu-lagu perjuangan dan atraksi menarik dari grup drum band, yang semakin menambah semarak acara.
Dalam sambutannya, Bupati Ronald Sorongan menegaskan bahwa pawai pembangunan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI di Kabupaten Minahasa Tenggara.
“Acara ini bukan hanya sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan yang telah kita raih, tetapi juga sebagai upaya untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sorongan juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan pihak-pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan acara ini, sehingga dapat berlangsung dengan tertib dan lancar.
Pawai pembangunan kali ini diikuti oleh berbagai perutusan, termasuk Forkopimda, perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, desa, instansi vertikal, BUMN, BUMD, perbankan, dan perusahaan di wilayah Minahasa Tenggara.
















