PILARAKTUAL.COM, BOLTIM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terus melakukan pendataan siswa putus sekolah diseluruh desa guna menekan angka putus sekolah.
Kepala Dikbud Boltim Yusri Damopolii mengatakan, proses pendataan siswa sekarang sedang gencar dilakukan. Sejauh ini sudah terdapat 1647 orang yang tercatat dalam usia putus sekolah setara paket A, paket B, dan paket C.
“Proses pendataan siswa putus sekolah sedang berjalan di semua desa. Sampai saat ini sudah ada 1647 orang yang terdaftar sebagai siswa program kesetaraan di SPNF SKB,” ujar Yusri, kepada PILARAKTUAL.COM, Jum’at (05/08/2022).
Lanjutnya, siswa yang telah tercatat nantinya akan dibagi di 10 pusat pembelajaran yg tersebar di semua kecamatan se-Boltim. Mereka akan mengikuti proses pembelajaran berdasarkan program kesetaraan yang telah diatur oleh SPNF SKB masing-masing.
“Dalam 1 semester program kesetaraan itu hanya 18 kali pertemuan. Jadi mereka akan mengikuti proses belajar tatap muka sebanyak 18 kali dalam enam bulan,” terang Yusri.
Dia menambahkan, untuk proses pendataan siswa pihaknya turut melibatkan Bidang PNFI, Bidang Kebudayaan, Bidang PTK, Sub Bagian Kepegawaian, SPNF SKB, serta beberapa kepala sekolah di desa masing-masing.
“Angka putus sekolah Tahun 2021 sebanyak 0,03 persen, sementara di tahun 2022 menurun 0.01 persen. Artinya ada penurunan angka putus sekolah melalui program penyetaraan. Program ini tentu sangat memberi kontribusi dari aspek peningkatan rata rata lama sekolah, sehingga itu setiap tahun kita lakukan pendataan,” pungkasnya. (Billy)
















