Maluku UtaraPemerintahan

Terjadi Gelombang Tinggi 17 Desa Tergenangan Air Laut, Kadis BPBD: Kami Belum Kantongi Data

391
×

Terjadi Gelombang Tinggi 17 Desa Tergenangan Air Laut, Kadis BPBD: Kami Belum Kantongi Data

Sebarkan artikel ini

LABUHA, PilarAktual.com — Tepat Bulan Desember memasuki akhir tahun 2021 Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara Kembali dilanda Peristiwa Gelombang tinggi dan cuaca buruk.

Terjadi gelombang tinggi dan cuaca buruk sehingga menyebabkan sejumlah desa di Kabupaten Halmahera Selatan tergenangan Air laut.

Sementara amatan wartawan Pilaraktual.com dilapangan
Kepala Dinas Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Abukarim Latara dan sejumlah stafnya tidak berada di kabupaten Halmahera Selatan, namun sedang berada di luar daerah.

Tak hanya itu, Sampai saat ini pihak Badan penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan, belum ada tindakan untuk memastikan situasi bencana tersebut.

Terpisah Kepala Dinas BPBD Halsel Abukarim Latara ketika di konfirmasi wartawan, Minggu (05/12/2021) mengatakan, Pihaknya belum mengantongi data terkait peristiwa terjadinya gelombang Tinggi atau cuaca buruk di sejumlah Desa.

Baca Juga :  Bupati Oskar Manoppo Resmikan Relokasi 20 KK, Warga Terima Rumah dan Bantuan Modal Usaha

“saya masih di Jakarta, Senin besok baru tiba di Ternate dan langsung ke Bacan untuk mengroscek desa-desa mana-yang terdapat bencana tersebut,” Ujarnya.

Perlu diketahui, berikut data yang di kantongi media Pilaraktual.com sebanyak 17 Desa yang tegenangan Air laut diantaranya

< Kecamatan Kayoa, Desa Gunange, Desa Lelei, Desa Kida, Desa Buli, Desa Karamat, Desa Toabi, Desa laigoma dan Desa Dorolamo.

< Kecamatan Kayoa Utara, Yakni Desa Ngokomalako dan Desa Gayap

< Kecamatan Kayoa Selatan Desa Orimakurunga.

< Kemudian kecamatan Bacan Barat, Desa Kokotu dan Desa Nang.

< Selain itu, kecamatan Mandiloli Desa Yoyok dan Desa Tabalema.

< Kecamatan Joronga yakni desa Liboba Hijrah.

Baca Juga :  Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Ronald Kandoli Salurkan Bonus Atlet Rp300 Juta

< Kecamatan Obi, yakni desa Laiwui. (Red)

 

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow