Ekonomi & BisnisMaluku UtaraNasionalPemerintahan

Studi Banding 64 Kades Sukses Digelar, Ini Harapan DPMD Halsel

185
×

Studi Banding 64 Kades Sukses Digelar, Ini Harapan DPMD Halsel

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, PilarAktual. com – Hasil studi Banding 64 Kepala Desa (Kades) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara di kota Bandung sukses digelar, Jumat (22/10/2021)

Sekertaris Dinas DPMD Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara Faris Madan menyanpaikan, Ucapan terimakasih Pemerintah desa wangisagara atas waktunya, walaupun ditengah-tengah kesibukan tetapi masi luangkan waktu menyambut kami dengan baik.

“Terimakasih kepada pemerintah desa lebih khususnya kepala Desa Wangisagara Enjang Gandi dan Direktur BUMDES Neneng Santiani yang suda luangkan waktu untuk menerima kami untuk melakukan studi banding,” Ucapnya.

Dijelaskan Faris, Kabupaten Halmahera Selatan provinsi Maluku Utara di tahun sebelumnya hingga saat ini, masi terdapat menegmen pengelola BUMDES banyak yang gagal. Ini Karena sistim menegmen dan sumberdaya manusia (SDM) kurang di sosialisasikan ke masyarakat.

“Untuk itu, setelah mengikuti studi banding ini agar para kepala Desa mampu mensosialisasikan program kepada masyarakat dan mengatur menegmen BUMDES dengan baik,” Pintahnya.

Baca Juga :  Cegah Bentrok Susulan, Dandim 1509/Labuha Perintahkan Patroli Malam di Babang-Sayoang
Foto Istimewa

Dia menuturkan, Sesuai hasil studi banding ini banyak hal yang mereka dapatkan untuk menjadikan satu petunjuk positif, pada sistim pemerintahan dan pengelolan anggaran BUMDES dan Administrasi desa yang baik.

“Semoga dengan hasil studi banding ini, Kedepan dapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat di masing desa,” Jelasnya.

Ditegaskan lagi Faris, Berdasarkan peraturan kementerian Desa (Kemendes) nomor 7 tahun 2021 bahwa, penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2022 lebih di prioritaskan pada tiga hal. Yang Pertama pemulihan ekonomi nasional secara tingkat Desa. kedua, program nasional yang berkaitan dengan kegiatan fisik di sesuaikan dengan kebutuhan Desa. ketiga, mitigasi atau bencana alam.

“Maka dengan agenda studi banding ini pemerintah desa dapat mengelola dana BUMDES dengan mengkorelasikan pada peraturan menteri/ kemendes nomor 7 tahun 2021,” Tandanya.

Foto Istimewa: (hum)

Sementara, Kepala Desa (Kades) Wangisagara, Enjang Gandi usai kegiatan Stuban kepada wartawan mengatakan, Ucapan terimakasih para Kepala Desa dan dinas DPMD kabupaten Halmahera Selatan provinsi Maluku, yang suda bertandang ke Desa Wangisagara kecamatan majalaya kabupaten Bandung yang dijadikan tempat studi banding (Stuban).

Baca Juga :  Bupati Baharuddin Siagian Komitmen Wujudkan Pemerintahan Transparan, Akuntabel dan Bebas dari Korupsi

Menurutnya, Tujuan dari kedatangan Para kepala desa dan Dinas DPMD Halmahera Selatan Maluku Utara guna melakukan Studi banding, untuk menggali tentang tata cara pengelola BUMDES dan Administrasi terbaik.

“Olenya itu, Ini merupakan satu kehormatan yang baik terhadap pemerintah desa Wangisagara kab. bandung atas kedatangan Dinas DPMD dan kepala Desa Halmahera Selatan di wilayah pemerintahan kami,” Ujarnya.

Enjang juga menyebutkan, selain Studi banding (Stuban) yang diikuti kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara ada juga beberapa provinsi dan Kabupaten kota lainnya.

“Selain Halmahera Selatan Maluku Utara, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Aceh, Provisni Sulawesi, Provinsi Jawa Timur dan kabupaten kota lainnya,” Akuinya.

Direktur Bumbes Desa Wangisagara Neneng Santiani menyampaikan harapan dengannya agenda studi banding (Stuban) ini dapat memotifasi, khususnya para kepala desa di kabupaten Halmahera Selatan, guna untuk membangun usaha ekonomi desa melalui Mumdes yang lebih baik.

Baca Juga :  Bupati Oskar Manoppo Resmikan Relokasi 20 KK, Warga Terima Rumah dan Bantuan Modal Usaha

“Sehingga Kedepan desa-desa tersebut ada perubahan dalam aspek di bidang perekonomian dan penambahan penghasilan masyarakat,” Pintanya.

Neneng juga menuturkan, di tahun 2019 Desa Wangisagara di tetap sebagi pemenang kedua dalam Lomba BUMDES word di provinsi Jawa barat. Kemudian di tahun 2020 di tingkat desa Wangisagara mendapatkan juara 1 nominasi Desa ekonomi kreatif.

Sekedar diketahui kegiatan studi banding ini berlangsung selama tiga hari. Kemudian dinas DPMD dan kepala desa bersilaturahmi dengan pihak kementerian Desa (kemendes) guna pembahasan tentang prioritas penggunaan Dana Desa di tahun 2022. (Red)

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow