Boltim, PilarAktual.com – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, S.E., M.M., menegaskan pentingnya evaluasi program penurunan stunting dan penanggulangan kemiskinan agar pelaksanaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Oskar saat membuka secara resmi Rapat Koordinasi Evaluasi (Rakorev) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) dan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Tahun 2026, Rabu (4/11/2026).
Dalam sambutannya, Oskar Manoppo mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak menjadikan evaluasi sekadar kegiatan rutin untuk memenuhi kewajiban administrasi.
Menurutnya, setiap program pemerintah harus memiliki hasil yang terukur dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Jangan sampai evaluasi hanya berhenti pada penyampaian laporan dan pemenuhan administrasi. Saya ingin setiap rekomendasi yang dihasilkan dalam forum ini menjadi dasar perbaikan pelaksanaan program, sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” tegas Oskar.
Ia mengatakan, persoalan stunting dan kemiskinan merupakan dua tantangan pembangunan daerah yang saling berkaitan dengan kualitas hidup masyarakat.
Karena itu, keduanya membutuhkan penanganan serius melalui kebijakan yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan.
Menurut Oskar Manoppo, berbagai program intervensi yang selama ini telah dijalankan perlu ditinjau kembali secara menyeluruh.
Langkah tersebut penting untuk mengetahui sejauh mana capaian yang telah diperoleh, sekaligus mengidentifikasi hambatan yang masih mengganggu efektivitas pelaksanaan program.
“Berbagai upaya telah kita lakukan bersama. Namun, kita perlu memastikan bahwa seluruh program tersebut memberikan hasil yang terukur dan berdampak nyata. Karena itu, evaluasi hari ini menjadi bagian penting untuk melihat capaian yang telah diperoleh, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala dan merumuskan langkah perbaikan agar intervensi yang dilaksanakan semakin efektif dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Selain evaluasi program, Bupati Oskar Manoppo juga menyoroti pentingnya ketepatan sasaran dalam pelaksanaan kebijakan perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Ia meminta seluruh perangkat daerah terkait memastikan program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, peningkatan kesempatan kerja, serta pemenuhan kebutuhan dasar dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Oskar juga menekankan perlunya penguatan koordinasi lintas sektor, terutama dalam melakukan pemutakhiran data secara berkala.
Menurutnya, ketersediaan data yang akurat menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah kebijakan dan efektivitas intervensi pemerintah.
Identifikasi keluarga dan kelompok masyarakat rentan, lanjutnya, harus dilakukan secara cermat agar tidak terjadi kesalahan dalam penentuan penerima manfaat.
Rakorev tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Harris P. Sumanta, S.T., M.T., jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua Badan Pusat Statistik (BPS), perwakilan PT ASA, unsur Pengadilan Agama, perwakilan Bank SulutGo (BSG), serta para camat se-Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Melalui forum koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur diharapkan dapat memperkuat sinergi antarlembaga sekaligus menghasilkan langkah konkret dalam mempercepat penurunan stunting dan menekan angka kemiskinan di daerah.
















