Berita UtamaKalbar

Usia ke-255, Pontianak: Tangguh Hadapi Tantangan, Bersahabat dalam Keberagaman

18
×

Usia ke-255, Pontianak: Tangguh Hadapi Tantangan, Bersahabat dalam Keberagaman

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK, PilarAktual.Com – Memasuki usia ke-255, Kota Pontianak mengusung tema “Tangguh Bersahabat” untuk peringatan Hari Jadinya tahun 2026.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menjelaskan bahwa tema tersebut mencerminkan dua hal sekaligus: semangat masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, serta komitmen menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.

“Tangguh artinya kita mampu menghadapi segala macam cobaan, terutama bencana alam, masalah ekonomi, dan persoalan-persoalan lainnya yang kita hadapi,” ujarnya usai peringatan Hari Jadi ke-255 Pontianak, Jumat (23/10/2026).

Sementara itu, makna “Bersahabat” menggambarkan karakter Kota Pontianak yang heterogen, dengan masyarakat yang berasal dari beragam suku, agama, dan latar belakang. Oleh karena itu, kerukunan, toleransi, dan rasa saling menghargai harus terus menjadi kekuatan utama kota ini.

Baca Juga :  Pembangunan RTLH Dorima Marbun Jadi Bagian Program TMMD ke-130 di Labusel

“Pontianak ini heterogen. Kita ingin masyarakat tetap bersahabat, hidup harmonis, dan bersama-sama menjaga kota ini,” tambahnya.

Tema “Tangguh Bersahabat” telah menjadi identitas resmi peringatan Hari Jadi ke-255 Pontianak tahun 2026. Tema ini sebelumnya diperkenalkan bersamaan dengan peluncuran logo Hari Jadi, sebagai gambaran kemampuan masyarakat Pontianak beradaptasi menghadapi tantangan sekaligus menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.

Edi juga menyampaikan bahwa perjalanan Pontianak hingga usia 255 tahun telah diwarnai berbagai capaian pembangunan. Berbagai penghargaan di bidang digitalisasi dan akses keuangan daerah, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, penurunan angka kemiskinan, pengendalian inflasi, hingga pertumbuhan ekonomi positif menjadi bukti perkembangan yang diraih.

Meski begitu, ia menegaskan pembangunan tetap menghadapi tantangan, terutama keterbatasan fiskal serta berbagai persoalan lingkungan dan perkotaan.

Baca Juga :  Wujudkan Rumah Layak Huni, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu Terus Genjot Pembangunan RTLH

“Pembangunan tetap berjalan walaupun kita menghadapi berbagai tantangan dan keterbatasan fiskal. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus berupaya memberikan hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ucapnya.

Menurut Edi, ketangguhan sebuah kota tidak hanya diukur dari kemampuan pemerintah dalam menyelesaikan pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakatnya menghadapi perubahan dan persoalan secara bersama-sama. Pengalaman menghadapi kemarau panjang, kabut asap, persoalan air baku, hingga tantangan ekonomi menjadi pengingat bahwa kolaborasi antara pemerintah dan warga sangat dibutuhkan agar kota mampu beradaptasi.

Edi menegaskan tema ini juga menjadi respons atas berbagai kondisi alam yang dihadapi Pontianak, sekaligus penegasan pentingnya menjaga kota tetap harmonis dan nyaman ditinggali.

Baca Juga :  Wakapolres Labuhanbatu Himbau Siswa SMA Swasta RK Bintang Timur Jauhi Penyalahgunaan Narkotika

“Pontianak harus terus bergerak maju. Namun kemajuan itu tetap harus membuat masyarakat merasa nyaman, aman, dan memiliki harapan untuk kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya.(Mia)

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow