Kalbar

Sujiwo Bersama Masyarakat Kubu Raya Shalat Istisqa, Berharap Hujan Segera Turun

155
×

Sujiwo Bersama Masyarakat Kubu Raya Shalat Istisqa, Berharap Hujan Segera Turun

Sebarkan artikel ini

KUBU RAYA, PilarAktual.Com – “Shalat Istisqa ini bagian dari upaya kita, bagian dari ikhtiar kita. Tetapi pada akhirnya kita memasrahkan diri kepada Allah SWT.”

Pernyataan itu disampaikan Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, SE., M.Sos., usai mengikuti shalat Istisqa bersama Wakil Bupati Sukiryanto, Sekretaris Daerah Yusran Anizam, Para Alim Ulama, jajaran pegawai dan masyarakat di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (9/9/2026) pagi.

Di tengah kemarau panjang yang belum berakhir, Pemkab Kubu Raya memilih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Shalat Istisqa digelar sebagai ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan, yang kini sangat dinantikan masyarakat.

Sujiwo mengatakan manusia hanya dapat berusaha, sementara hujan dan segala ketentuan berada dalam kehendak Allah SWT. Karena itu, selain berbagai upaya penanganan di lapangan, pemerintah dan masyarakat juga memanjatkan doa agar kemarau segera berakhir.

Baca Juga :  Polres Ketapang Perkuat Penanggulangan Karhutla dengan Pembangunan Sumur Bor Presisi di Kecamatan Muara Pawan

“Kita berusaha semaksimal mungkin. Kita lakukan berbagai upaya, tetapi kita juga menyadari bahwa kemampuan manusia terbatas. Karena itu, kita memohon dan memasrahkan semuanya kepada Allah SWT,” ujar Sujiwo.

Menurutnya, turunnya hujan sangat diharapkan untuk membantu mengatasi dampak kemarau, terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta persoalan ketersediaan air bersih yang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.

“Kita berharap hujan segera turun. Mudah-mudahan dengan turunnya hujan, api-api yang masih ada dapat padam dan masyarakat juga mendapatkan kembali sumber air yang cukup,” katanya.

Shalat Istisqa tersebut diikuti sejumlah unsur Forkopimda, di antaranya Komandan Kodim 1207/Pontianak Letkol Inf Robbi Firdaus.

K.H. Ahmad Sudi bertindak sebagai imam, K.H. Zamroni Hasan sebagai khatib, sedangkan zikir dipimpin Ustaz Muhammad Jalaludin.

Baca Juga :  Polres Ketapang Gunakan Campuran Air dan Cairan X-Fire untuk Pemadaman Karhutla di Muara Pawan

Bagi Sujiwo, shalat Istisqa bukan sekadar ritual di tengah kemarau. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai ikhtiar manusia menghadapi bencana dan kekeringan, masih ada tempat untuk memohon pertolongan dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Sang Pencipta.

“Kita sudah berikhtiar. Sekarang kita berdoa dan memohon kepada Allah SWT. Semoga doa kita dikabulkan dan hujan segera diturunkan untuk Kubu Raya,” ucapnya.

Kemarau panjang sendiri tidak hanya meningkatkan risiko karhutla, tetapi turut menekan ketersediaan air bersih. Karena itu, hujan kini menjadi harapan besar bagi masyarakat untuk memulihkan kondisi lingkungan sekaligus meringankan dampak kekeringan yang terjadi. (Mua/tim).

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Baca Juga :  Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Mitra Jurnalis Bagikan 6.000 Liter Air dan Ratusan Masker