Boltim, PilarAktual.com – Puluhan siswa SMK Negeri Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, mengikuti pelatihan dasar jurnalistik dan penulisan berita, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Boltim bersama PT Arfura Surya Alam (ASA) itu berlangsung interaktif. Para siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mempraktikkan cara menyusun berita.
Kepala SMK Negeri Motongkad, Djendry Torondek, S.Pd., mengapresiasi kegiatan tersebut.
Ia menilai pengenalan jurnalistik dapat menambah wawasan siswa, terutama dalam memahami cara mengolah dan menyampaikan informasi.
“Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas kegiatan pengenalan jurnalistik ini di SMK Motongkad. Tentunya akan bermanfaat kepada anak didik kami di sini,” ujar Djendry.
Dalam pelatihan tersebut, anggota PWI Boltim, Sudirta Lasabuda, memberikan materi mengenai dasar-dasar penulisan berita.
Siswa diperkenalkan dengan rumus 5W+1H, yakni what, who, when, where, why, dan how. Enam unsur tersebut digunakan untuk memastikan informasi penting dalam sebuah peristiwa dapat disajikan secara lengkap.
Setelah materi diberikan, siswa diminta membuat berita berdasarkan informasi yang mereka peroleh.
Mereka mulai mengidentifikasi unsur peristiwa, menentukan fakta yang dianggap penting, kemudian menyusunnya menjadi tulisan berita.
Latihan tersebut membuat suasana kegiatan berlangsung lebih aktif karena siswa langsung menerapkan materi yang diterima.
Sudirta juga memberikan pemahaman bahwa berita harus dibangun berdasarkan fakta dan informasi yang jelas.
Ketelitian dalam memperoleh serta menyusun informasi menjadi bagian penting dalam proses jurnalistik.
Selain teknik penulisan, siswa mendapat materi mengenai aturan yang berkaitan dengan kegiatan pers dan penggunaan media sosial.
Bendahara PWI Boltim, Riswan Hulalata, menjelaskan mengenai Undang-Undang Pers sebagai salah satu landasan dalam kerja jurnalistik.
Riswan juga membahas perbedaan antara Undang-Undang Pers dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), khususnya dalam penggunaan media sosial.
Menurut Riswan, pemahaman tersebut penting bagi pelajar karena media sosial memungkinkan informasi disebarkan dengan cepat dan luas.
Karena itu, siswa perlu memahami pentingnya memeriksa informasi sebelum membagikannya serta mempertimbangkan dampak dari setiap informasi yang disampaikan di ruang digital.
Ketua PWI Boltim menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) PT ASA yang bekerja sama dengan PWI Boltim.
Dalam kegiatan itu, PWI Boltim menjadi narasumber untuk memberikan pengenalan mengenai dunia jurnalistik kepada siswa.
PWI Boltim sebagai organisasi profesi wartawan sekaligus konstituen Dewan Pers turut mendorong pengenalan jurnalistik di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari program PWI Boltim dalam memperkenalkan profesi wartawan dan dasar-dasar jurnalistik kepada generasi muda.
Melalui pelatihan ini, siswa diharapkan tidak hanya mampu menulis dengan lebih baik, tetapi juga memiliki pemahaman mengenai pentingnya fakta, ketelitian, dan tanggung jawab ketika menyampaikan informasi.
Terlebih, aktivitas pelajar kini tidak terlepas dari media digital dan media sosial.
Kemampuan memahami informasi dan menyampaikannya secara bertanggung jawab menjadi bagian penting dari literasi digital.
Kegiatan di SMK Negeri Motongkad tersebut ditutup dengan latihan penulisan berita oleh para siswa sebagai bentuk penerapan materi yang telah diberikan.
















