Pada Kamis (13/03/2025), Ketua Komisi II DPRD Kotamobagu sekaligus anggota Fraksi PKB, Dani Iqbal Mokoginta, menegaskan bahwa pihaknya sudah menyampaikan protes keras sejak pembahasan APBD 2024 pada akhir tahun 2023.
“Fraksi PKB menganggap bahwa program Anak Asuh masih cukup relevan dengan kondisi dunia pendidikan di Kotamobagu. Tentunya dengan syarat ketat serta verifikasi berjenjang agar tepat sasaran dan manfaatnya maksimal,” ujar Dani Iqbal.
PKB menilai program ini telah membantu banyak pelajar yang mengalami keterbatasan ekonomi dalam melanjutkan pendidikan. Oleh karena itu, mereka menyesalkan keputusan pemerintah daerah yang mencoret anggaran tersebut dari APBD.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak eksekutif terkait alasan penghapusan program ini. PKB berencana terus mengawal isu ini agar pendidikan di Kotamobagu tetap mendapatkan dukungan yang layak.
















